=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195727 =005 20260420102757 =035 ##$$a 0010-0426000872 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN ORANG ASLI PAPUA MELALUI UMKM GUNA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DI KABUPATEN MERAUKE /$c Nadia Rizki Amalia Mustafa =100 #$$a Nadia Rizki Amalia Mustafa =300 ##$$a 10 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15805 =700 #$$a M. Idris Patarai =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 338.642 598 81 =084 ##$$a 338.642 598 81 NAD p =650 #4$$a Ekonomi =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): UMKM masih banyak yang bergantung pada strategi mulut ke mulut yang sudah tidak efektif lagi, terlebih saat ini pasar terus mengalami perkembangan dan persaingan semakin ketat. Secara keseluruhan kinerja UMKM sektor industri kecil formal mengalami peningkatan tetapi masih tergolong rendah. Oleh karena itu, peningkatan pendapatan masyarakat pelaku UMKM di Merauke menjadi fokus utama pemerintah daerah karena pendapatan yang masih kecil dengan pengeluaran untuk bahan pokok yang semakin meningkat. Tujuan: Penelitian ini 2 bertujuan untuk mengetahui detail bagaimana pemberdayaan orang asli papua melalui industri UMKM di Kabupaten Merauke, menganalisis faktor pendukung dan penghambat yang menyertainya, serta langkah dalam menyikapi hal tersebut. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitan ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Penelitian ini menggunakan teori Oos M. Anwas tentang pemberdayaan khususnya pemberdayaan masyarakat. Teori ini memiliki beberapa dimensi yaitu: 1) masyarakat, 2) nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, 3) partisipasi masyarakat, 4) fasilitator, dan 5) aspek sosial dan ekonomi. Penetapan informan dilakukan dengan metode purposive sampling dengan total 10 informan. Hasil/Temuan: Masyarakat para pelaku UMKM di Kabupaten Merauke mendapatkan dampak perekonomian yang cukup besar dikarenakan adanya program-program pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Dengan adanya pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, masyarakat khususnya para pelaku UMKM di Kabupaten Merauke mengalami peningkatan pendapatan dan meningkatnya kesejahteraan. Kesimpulan: Pemberdayaan orang asli papua melalui UMKM di Kabupaten Merauke belum berjalan maksimal. Pemberdayaan telah dirumuskan bahkan telah dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan. Namun, dalam pelaksanaannya pemberdayaan yang dilakukan masih dihadapkan pada berbagai permasalahan yang menghambat pelaksanaan pengembangan usaha. Terutama paradigma yang masih tersebar di masyarakat bahwa pemerintah masih kurang memberikan perhatian kepada para pelaku UMKM.