<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001191800</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260113105848</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000245</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ENGEMBANGAN WISATA RELIGI KUBAH DATU HAJI ABBUSSAMAD BERBASIS PENTAHELIX DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI BARITO KUALA /</subfield>
      <subfield code="c">Egi Vadia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Egi Vadia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">338.479 159 836 21</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">338.479 159 836 21 EGI e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">wisata</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan yang melatarbelakangi peneliti&#13;
untuk mengambil judul ini ialah bagaimana pengembangan wisata religi Kubah Datu Haji&#13;
Abdussamad berbasis pentahelix dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di&#13;
kabupaten Barito Kuala. Kunjungan wisatawan terjadi penurunan dari tahun 2019 hingga&#13;
tahun 2021 diakibatkan dampak dari covid-19. Namun, di tahun 2022 terjadi peningkatan&#13;
yang menunjukkan adanya potensi yang harus dimaksimalkan terkhusus untuk kesejahteraan Masyarakat sekitar. Tujuan: untuk menganalisis pengembangan wisata&#13;
religi Kubah Datu Haji Abdussamad berbasis pentahelix dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kabupaten Barito Kuala Metode: pendekatan kualitatif&#13;
dengan sifat deskriptif. Menggunakan dua jenis sumber data yakni primer dan sekunder.&#13;
Dengan Informan sejumlah 9 orang yang mana penetapan sampel menggunakan Teknik&#13;
purposive sampling dan accidental sampling. Dengan teknik pengumpulan data melalui&#13;
wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam&#13;
penelitian ini adalah teori pentahelix oleh Arief Yahya (2016) yang melibatkan lima unsur&#13;
utama dalam pembangunan pariwisata, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha,&#13;
komunitas, dan media. Serta Teknik dalam menganalisis data menurut miles dan&#13;
Huberman yakni reduksi data,penyajian data, dan penarikan Kesimpulan dan verifikasi.&#13;
Yang mana Lokasi penelitian dilaksanakan di Kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga,&#13;
Budaya dan Pariwisata Kabupaten Barito Kuala dan di tempat objek wisata religi Kubah&#13;
Datu Haji Abdussamad yang terletak di Kecamatan Marabahan Kota, Kabupaten Barito&#13;
Kuala, Kalimantan Selatan. Hasil/Temuan: menunjukkan bahwa masing-masing unsur&#13;
pentahelix memiliki peran yang penting namun belum terintegrasi secara optimal.&#13;
Pemerintah daerah menunjukkan komitmen awal namun masih terbatas dalam hal&#13;
kebijakan dan anggaran. Keterlibatan akademisi dan pelaku usaha masih rendah,&#13;
sementara komunitas lokal memiliki semangat tinggi tetapi belum mendapat dukungan&#13;
strategis. Media juga belum berperan maksimal dalam promosi destinasi ini.&#13;
Kesimpulan: dari penelitian ini adalah bahwa pengembangan wisata religi Kubah Datu&#13;
Haji Abdussamad berbasis pentahelix memiliki potensi besar dalam meningkatkan&#13;
kesejahteraan masyarakat, namun diperlukan sinergi yang lebih kuat antar unsur&#13;
pentahelix, dukungan regulasi yang jelas, serta strategi promosi dan pemberdayaan&#13;
masyarakat yang berkelanjutan. Yang melibatkan kolaborasi antara lima unsur utama,&#13;
yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media. Sehingga hal ini&#13;
mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka peluang usaha, menciptakan&#13;
lapangan kerja, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan budaya masyarakat&#13;
setempat.&#13;
Kata Kunci: Pengembangan Pariwisata, Wisata Religi, Pentahelix, Kesejahteraan&#13;
Masyarakat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
