<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001191841</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260115092203</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000286</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI PROGRAM BEASISWA SEPULUH SARJANA PER DESA DI KABUPATEN BOJONEGORO PROVINSI JAWA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Alfian Dwi Refandi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Alfian Dwi Refandi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20295</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.859 828</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.859 828 ALF i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pendidikan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bojonegoro, sedangkan APBD yang dimiliki merupakan tertinggi kedua di Jawa Timur, sehingga Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui dinas pendidikan mengeluarkan Program Beasiswa Sepuluh Sarjana per Desa untuk meningkatkan IPM melalui peningkatan kualitas pendidikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi program Beasiswa Sepuluh Sarjana per Desa bagi mahasiswa di Kabupaten Bojonegoro dan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dalam mengoptimalkan program. Metode: Metode yang digunakan adalah metode kualitatif  deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dianalisis berdasarkan teori implementasi kebijakan menurut Richard Matland dengan lima dimensi yaitu tepat kebijakan, tepat pelaksana, tepat target, tepat lingkungan, dan tepat proses. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu target yang ditentukan tidak tercapai, sebaran penerima belum merata, adanya keterlambatan pencairan, dan persyaratan yangkurang sesuai dengan kondisi target atau mahasiswa, serta kurangnya penggunaan aplikasi atau teknologi. Kesimpulan: Implementasi program beasiswa sepuluh sarjana per desa di Kabupaten &#13;
Bojonegoro belum berjalan maksimal. Hal ini dilihat dari banyaknya indikator beserta dimensi &#13;
implementasi kebijakan menurut Richard Matland yang belum terpenuhi. Upaya yang telah &#13;
dilakukan yaitu berusaha untuk secepat mungkin meluncurkan aplikasi khusus, membagi proses &#13;
pencairan dana beasiswa menjadi dua tahapan, dan sosialisasi mengenai persyaratan serta proses dari program beasiswa. &#13;
Kata kunci: Implementasi Program, Beasiswa, Pendidikan, Sarjana</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
