<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001191844</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260115093006</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000289</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">strategi pengembangan pariwisata di pulau terluar sekitar kota batam &amp; kepulauan riau (analisis potensi ekonomi dan tantangan lingkungan di pulau abang) :</subfield>
      <subfield code="b">(ANALISIS POTENSI EKONOMI DAN TANTANGAN LINGKUNGAN DI PULAU ABANG) /</subfield>
      <subfield code="c">Silva Wira Wangsa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Silva Wira Wangsa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.709 598 143 6</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.709 598 143 6 SIL s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pengembangan Pariwisata</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pariwisata Pulau Abang merupakan salah satu objek wisata&#13;
unggul dan dikelola oleh Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau. Terdapat potensi yang dapat&#13;
meningkatkan ekonomi masyarakat. Berbagai macam tantangan yang harus dihadapi untuk&#13;
memastikan sektor pariwisata berkembang secara berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi ekonomi dan tantangan lingkungan serta menganalisis strategi Pegembangan pariwisata berkelanjutan di Pulau Abang. 2 Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif mengadopsi pendekatan analisis teori PESTEL menurut Francis j. Aguilar dalam Hery Margono (2022) untuk menyusun strategi pengembangan sektor pariwisata di Indonesia dengan mempertimbangkan faktor-faktor Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Lingkungan, dan Hukum. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Pengembangan Pariwisata berkelanjutan di pulau abang adalah memaksimalkan potensi wisata dengan memanfaatkan peluang yang ada. Strategi ini melibatkan pengembangan infrastruktur pariwisata, promosi pariwisata, peningkatan kualitas layanan, dan pemberdayaan sumber daya manusia. Disamping itu pariwisata pulau abang dihadapi beberapa tantangan seperti kerusakan terumbu karang, pencemaran laut dan sampah plastik, perubahan iklim dan cuaca, keterbatasan dan kerusakan sarana dan prasarana. Kesimpulan: Peran pemerintah sangat penting dalam mendukung pengembangan ini, termasuk dukungan finansial, penetapan regulasi yang berkelanjutan, dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, serta kerjasama antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan dan masyarakat. Dengan memperhitungkan semua aspek ini, strategi pengembangan pariwisata di Pulau Abang diharapkan mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan serta kesejahteraan sosial masyarakat setempat.&#13;
Kata kunci: Strategi, Pengembangan pariwisata berkelanjutan, Pulau Abang</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
