<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001191855</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260115100654</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000300</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">SINERGITAS SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN DINAS PERHUBUNGAN DALAM PELAKSANAAN PENERTIBAN JURU PARKIR LIAR DI KOTA BANDAR LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG /</subfield>
      <subfield code="c">Clarisa Dewinka Salsabila</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Clarisa Dewinka Salsabila</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22269</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Florianus Aser</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.659 818 33</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.659 818 33 CLA s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">lembaga pemerintahan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/GAP: Permasalahan parkir liar di Kota Bandar Lampung menjadi isu strategis yang belum sepenuhnya tertangani secara optimal, meskipun telah ada regulasi dan upaya penertiban. Ketidakterpaduan antarinstansi terkait, terutama antara Satpol PP dan Dinas Perhubungan, menjadi kendala dalam menciptakan sistem penertiban yang efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis mekanisme sinergitas antara kedua lembaga dalam penanganan juru parkir liar. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan pejabat terkait, observasi di lapangan, dan dokumentasi regulasi serta laporan kegiatan. Result: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas telah terbangun melalui rapat koordinasi rutin, penyusunan SOP bersama, dan operasi gabungan. Tiga aspek utama sinergi yang ditemukan adalah koordinasi strategis (meliputi pemetaan lokasi dan pembagian peran), kolaborasi operasional (pendekatan persuasif dan represif), serta sistem pelaporan bersama. Namun, terdapat kendala berupa keterbatasan personel, lemahnya dukungan teknologi informasi, dan sanksi hukum yang kurang tegas. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan sistem kelembagaan, peningkatan kapasitas personel, serta integrasi &#13;
teknologi digital dalam mendukung penertiban parkir liar secara berkelanjutan. &#13;
Kata Kunci: Sinergitas, Parkir Liar, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Penertiban, PAD.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
