<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001191893</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260115113045</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000338</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ANALISIS POLITIK IDENTITAS PADA PEMILIHAN LEGISLATIF 2024 DI DAERAH PEMILIHAN IV KECAMATAN PONTIANAK TIMUR KOTA PONTIANAK /</subfield>
      <subfield code="c">Afifah Rusyanti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Afifah Rusyanti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22230</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Wutoy, Maichel</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">324.959.8</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">324.959.8 AFI a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pemilihan Umum Di Indonesia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan: Masih adanya perbedaan hasil yang jauh dalam pemilihan legislatif 2024 Daerah Pemilihan 4 Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat yang didasari oleh perbedaaan identitas bakal calon legislatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis politik identitas pada pemilihan legislatif tahun 2024 di Daerah Pemilihan IV Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta mengacu pada teori politik identitas Pierre L. van den Berghe yang mencakup perspektif primordialisme, konstruksionisme, dan instrumentalisme. Adapun data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas terbentuk dari masyarakat sendiri yang memilih calon berasal dari kesamaan identitas mereka. Berdasarkan dari data etnis yang menempati Kalimantan Barat, perilaku memilih dalam kecamatan Pontianak Timur cenderung memilih perwakilan berdasarkan etnis yang sama dengan mereka. Akan tetapi tidak menimbulkan persaingan atau memicu terjadinya konflik. Hal ini menandakan adanya politik identitas yang terjadi dalam skala kecil tidak menganggu secara signifikan. Kesimpulan: Dampak politik identitas ini bersifat dualistik; secara positif, ia meningkatkan partisipasi politik dan keterlibatan komunitas; namun secara negatif, ia berpotensi memecah belah masyarakat serta memperkuat sentimen eksklusivitas berdasarkan identitas kelompok. Studi ini menyarankan perlunya peningkatan pendidikan politik agar masyarakat lebih mempertimbangkan kapabilitas dan program calon dibanding latar belakang identitas mereka&#13;
Kata kunci: Politik Identitas; Pemilu Legislatif 2024; Pontianak Timur.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
