<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001191918</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260116120852</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000363</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI SMART GOVERNANCE   DALAM MEWUJUDKAN SMART CITY   BERBASIS DESA ADAT DI KANTOR DESA CATUR, KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI, PROVINSI BALI /</subfield>
      <subfield code="c">I Gede Bayu Adi Prabawa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">I Gede Bayu Adi Prabawa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20196</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Sampara Lukman</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.159 862 43</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.159 862 43 I G i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Administrasi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan (GAP) Tata kelola pemerintahan tidak semata-mata berfokus pada urusan &#13;
administrasi, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dan pihak ketiga yang baik tanpa &#13;
meninggalkan nilai-nilai adat yang ada, namun realisasi di Desa Catur kerjasama pemerintah, &#13;
masyarakat dan swasta masih mengalami kendala sehingga mengganggu proses kerjasama &#13;
antar sektor. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi smart &#13;
governance dalam mewujudkan smart city pada lingkup Desa Adat dan mendeskripsikan faktor &#13;
pendukung dan faktor penghambat dalam implementasi smart govenance. Penelitian ini &#13;
menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif menurut Sugiyono. &#13;
Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan analisis data &#13;
menggunakan teknik reduksi data, penyajian informasi dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu smart governance di Desa Catur sudah terlaksana tercermin pada kebijakan Desa Wisata dan Sentra IKM KopiDesa Catur, namun masih terdapat penghambat-penghambat dalam dua program tersebut. Kesimpulan: Implementasi smart governancer berbasis Desa Adat sudah telah berjalan dengan baik dengan terjadinya kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan swasta. Untuk meningkatkan kualitas implementasi smart governance disarankan melaksanakan penyusunan road map pengembangan desa wisata, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan online, pembuatan buku produk herbal dan penunjukan Kepala UPTD Sentra IKM Kopi Desa Catur. &#13;
Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Smart Governance, Desa Adat</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
