<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001191923</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260116012149</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000368</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Analisis Migrasi Penduduk di Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat /</subfield>
      <subfield code="c">Sagala, Stevan Sandro Tua</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Sagala, Stevan Sandro Tua</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21689</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Wiwik Roso Sri Rejeki</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">304.859 824 33</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">304.859 824 33 SAG a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">perpindahan penduduk</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tingginya angka migrasi masuk ke Kabupaten Bandung Barat dibandingkan dengan migrasi keluar telah mengakibatkan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi bahkan menimbulkan berbagai permasalahan sosial dan ekonomi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola migrasi penduduk di Kabupaten Bandung Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan teori Migrasi Everett S. Lee. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam (25 Informan) terdiri dari pejabat, petugas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung Barat serta masyarakat setempat, disertai dengan dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan dengan model yang dikembangkan oleh Creswell (2023) mencakup enam tahapan. Hasil/Temuan: Migrasi di Kabupaten Bandung Barat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor pendorong, faktor penarik, faktor rintang antara, dan faktor pribadi. Proses migrasi ini berdampak pada peningkatan jumlah angkatan kerja dan kepadatan penduduk, berkurangnya sumber daya manusia, serta memudarnya budaya lokal. Dalam upaya menangani migrasi, pemerintah Kabupaten Bandung Barat melakukan sosialisasi, jemput bola, koordinasi, pelatihan, serta menjalin sinergi dengan perusahaan lokal setempat. Kesimpulan: Fenomena migrasi masuk &#13;
yang melebihi migrasi keluar di Kabupaten Bandung Barat memiliki konsekuensi ganda, baik &#13;
yang bersifat positif maupun negatif. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah berupaya mengelola dinamika migrasi melalui berbagai kebijakan. Berdasarkan temuan penelitian, direkomendasikan agar upaya yang telah berjalan tersebut terus dioptimalkan. Selain itu, peningkatan efektivitas pengelolaan migrasi dapat dicapai melalui peningkatan kerja sama &#13;
dengan Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) serta perusahaan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bandung Barat. &#13;
Kata Kunci : Migrasi, Pemerintah, Pengelolaan</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
