<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001191931</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260117074656</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000376</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">KOLABORASI BPBD DALAM REHABILITASI PASCA BENCANA TANAH LONGSOR DI KOTA TOMOHON PROVINSI SULAWESI UTARA /</subfield>
      <subfield code="c">Pijoh, Vaisa Brigita</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Pijoh, Vaisa Brigita</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22042</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Selamat Jalaludin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349.559.842.42</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349.559.842.42  PIJ k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Rehabilitasi Pascabencana Tanah Longsor</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Tomohon merupakan wilayah rawan bencana tanah longsor akibat kondisi topografi berbukit dan curah hujan tinggi. Penanganan pasca bencana, khususnya tahap rehabilitasi, masih menghadapi kendala seperti keterbatasan anggaran, kurangnya sarana prasarana, dan belum adanya regulasi turunan yang mengatur kolaborasi antar pemangku kepentingan. Hal ini menyebabkan proses rehabilitasi belum berjalan secara optimal Penelitian ini menggunakan teori Kolaborasi dari Ansell dan Gash. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam rehabilitasi pascabencana tanah longsor di Kota Tomohon. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum serta pihak kelurahan dan masyarakat pada bagian koordinasi sudah berjalan dengan baik, namun ada beberapa hambatan seperti rapat yang belum rutin dilaksanakan, ketersediaan sarana dan prasarana yang masih terbatas, belum adanya regulasi khusus yang mengatur tentang kolaborasi dalam proses&#13;
rehabilitasi, dan pengalokasian anggaran untuk bencana belum optimal. Kesimpulan: Kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam fase rehabilitasi pascabencana longsor di Kota Tomohon belum berjalan lancar karena masih ada kendala. Oleh karena itu, diperlukan beberapa langkah perbaikan, yaitu: (1) meningkatkan frekuensi rapat koordinasi, (2) penambahan sarana prasarana, (3) menyusun regulasi yang jelas, dan (4) alokasi anggaran yang memadai.&#13;
Kata Kunci: Tanah Longsor, Bencana, Kolaborasi, Rehabilitasi</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
