<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001191939</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260117102249</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000384</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA MEGATHRUST DI KOTA BANDAR LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG /</subfield>
      <subfield code="c">Selvira Putri Maharani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Selvira Putri Maharani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20798</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Mujahidin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349.559.818.33</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349.559.818.33 SEL k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">kesiapsiagaan bencana gempa bumi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Bandar Lampung, yang terletak di dekat zona subduksi Selat Sunda, menghadapi ancaman besar dari gempa megathrust yang berpotensi memicu tsunami besar. Namun, kesiapsiagaan masyarakat masih rendah karena banyak warga yang kurang memiliki kesadaran dan akses terhadap informasi kebencanaan serta fasilitas evakuasi. Kesenjangan ini menunjukkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan strategi manajemen risiko bencana. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana megathrust di Kota Bandar Lampung serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi kesiapsiagaan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali pengetahuan, sikap, dan upaya preventif masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui&#13;
wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan dari masyarakat serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Analisis dilakukan berdasarkan kerangka kesiapsiagaan bencana LIPI-UNESCO. Hasil/Temuan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat di Kota Bandar Lampung masih rendah, terutama dalam hal kesadaran dan akses terhadap informasi bencana. Meskipun BPBD telah melakukan sosialisasi, simulasi, dan pemasangan rambu evakuasi, upaya tersebut belum merata di seluruh wilayah kota. Faktor pendukung meliputi inisiatif BPBD dan komitmen otoritas lokal, sedangkan faktor penghambat mencakup literasi digital yang terbatas, integrasi sistem yang belum optimal, infrastruktur yang kurang memadai, dan kurangnya keterlibatan masyarakat. Kesimpulan: Peningkatan kesiapsiagaan bencana di Kota Bandar Lampung memerlukan edukasi berkelanjutan, peningkatan kapasitas, dan pengembangan infrastruktur. Integrasi pengetahuan lokal dan pelibatan masyarakat secara aktif dalam perencanaan penanggulangan bencana sangat penting untuk membangun ketangguhan.&#13;
Kata kunci: Gempa Megathrust; Manajemen Risiko Bencana; Kesiapsiagaan Masyarakat</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
