<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001191944</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260118010943</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000389</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN KEMISKINAN DI KABUPATEN NDUGA PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN /</subfield>
      <subfield code="c">Rumpaidus, Tiara Anjely</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Rumpaidus, Tiara Anjely</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24968</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Dione, Frans</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.559.881</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.559.881  TIA i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penanggulangan Kemiskinan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kemiskinan ekstrem masih menjadi tantangan utama di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, dengan Indeks Pembangunan Manusia terendah di Indonesia dan kondisi geografis serta keamanan yang kompleks. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis implementasi kebijakan penanganan kemiskinan di Kabupaten Nduga. Motode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 12 orang yang terdiri dari pelaksana kebijakan (pejabat pemerintah daerah) dan penerima manfaat (masyarakat). Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses interpretasi kebijakan telah mengakomodir kearifan lokal dan komunikasi sosialisasi partisipatif, namun terkendala oleh keterbatasan akses, infrastruktur, dan kondisi keamanan. Organisasi pelaksana melibatkan koordinasi lintas sektoral, namun SOP dan pengelolaan sumber daya belum optimal. Pada dimensi aplikasi bahwa pelaksanaan program bantuan sosial masih menghadapi kendala validitas data penerima dan konflik bersenjata. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan penanganan kemiskinan di Kabupaten Nduga masih belum berjalan dengan baik. Saran penelitian yakni perlunya pendekatan yang asimetris dan adaptif, mengakomodasi karakteristik lokal, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat. Selain itu pelu dilakukan perbaikan sistem validasi data penerima bantuan, penguatan koordinasi, pengembangan infrastruktur, dan penerapan pendekatan kolaboratif untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program penanganan kemiskinan di daerah terpencil.&#13;
Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Kemiskinan, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Bantuan Sosial, Masyarakat Adat</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
