<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001191949</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260118073505</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000394</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">EFEKTIVITAS WEBSITE PAPUA.GO.ID BAGI PELAYANAN MASYARAKAT PROVINSI PAPUA /</subfield>
      <subfield code="c">Woff, Reinhard Jonas Wowor</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Woff, Reinhard Jonas Wowor</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">21</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24314</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Karno</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.635.988.1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.635.988.1 REI e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pelayanan Publik Berbasis Website Pemerintah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): belum optimalnya layanan informasi digital melalui website resmi Papua.go.id akibat keterbatasan infrastruktur dan rendahnya literasi digital masyarakat di wilayah Papua yang memiliki kondisi geografis kompleks.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan website Papua.go.id serta upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan informasi publik. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggabungkan analisis dokumen, wawancara mendalam dengan narasumber kunci dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, serta survei kepuasan pengguna. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan pemetaan tematik dengan bantuan perangkat lunak Nvivo. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan website Papua.go.id sangat dipengaruhi oleh dukungan regulasi, khususnya Peraturan Gubernur Papua Nomor 51 Tahun 2016, yang memberikan kerangka kerja jelas bagi pengelolaan layanan digital. Website ini mampu memberikan pengalaman pengguna yang memuaskan melalui desain yang intuitif dan konten yang relevan, meningkatkan transparansi dan partisipasi publik. Namun, keterbatasan infrastruktur jaringan dan kurangnya pengetahuan masyarakat menjadi hambatan utama dalam akses dan pemanfaatan layanan. Upaya pembangunan infrastruktur dan sosialisasi secara aktif dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Kesimpulan: Regulasi, teknologi, dan pendekatan sosial menjadi kunci keberhasilan layanan digital pemerintah di Papua. Pengembangan infrastruktur dan peningkatan literasi digital masyarakat harus menjadi prioritas untuk mendukung pemerintahan digital yang inklusif dan berkelanjutan.&#13;
Kata kunci: efektivitas, website, Papua.go.id, transparansi, partisipasi masyarakat.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
