<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001191960</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260118021038</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000405</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI PAAL DI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MINAHASA UTARA /</subfield>
      <subfield code="c">Rawung, Matthew Miracle</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Rawung, Matthew Miracle</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">16</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24647</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Cynthia Febri Sri Indarti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">306.095.984.231</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">306.095.984.231 MAT s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Administrasi pariwisata dan kebudayaan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pantai Paal merupakan salah satu objek wisata unggulan di Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun pengelolaannya masih belum optimal. Hambatan seperti keterbatasan sarana prasarana, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat pariwisata, kurangnya promosi digital, serta minimnya pelibatan UMKM lokal menjadi tantangan utama dalam pengembangan destinasi ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Utara, dalam mengembangkan objek wisata Pantai Paal. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang dilakukan meliputi empat pendekatan utama berdasarkan analisis SWOT, yaitu pemanfaatan kekuatan internal dan peluang eksternal, serta penanganan kelemahan dan ancaman yang dihadapi. Bentuk strategi tersebut antara lain berupa peningkatan fasilitas dasar, promosi wisata melalui media digital, pembinaan Pokdarwis dan UMKM, serta kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dan kelembagaan lokal. Kesimpulan: Strategi pengembangan yang diterapkan telah berjalan cukup efektif meskipun masih dihadapkan pada beberapa kendala seperti keterbatasan anggaran dan infrastruktur. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih kolaboratif dan berkelanjutan untuk menjadikan Pantai Paal sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat lokal.&#13;
Kata Kunci: Strategi, Pengembangan Wisata, Pantai Paal</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
