<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001191962</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260118023356</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000407</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PERANAN LEMBAGA KAINKAIN KARKARA BYAK DALAM PENYELESAIAN KONFLIK ANTAR KELOMPOK DI KABUPATEN BIAK NUMFOR PROVINSI PAPUA /</subfield>
      <subfield code="c">Krar, Brian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Krar, Brian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">18 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23032</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Eva Eviany</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">303.695.988.131</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">303.695.988.131 BRI p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penyelesaian Konflik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini membahas peranan lembaga kainkain karkara byak dalam penyelesaian konflik antar kelompok di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap mekanisme mediasi dan restorasi sosial yang diterapkan berdasarkan kearifan lokal. Metode: Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam meredam konflik melalui proses musyawarah adat yang mengedepankan nilai kekeluargaan dan gotong royong. Meskipun mekanisme penyelesaian konflik ini terbukti efektif dalam menjaga keharmonisan sosial, keterbatasan sumber daya dan pengaruh modernisasi menjadi tantangan yang perlu diatasi. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas lembaga serta integrasi antara hukum adat dan sistem hukum formal merupakan langkah penting untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian konflik di wilayah tersebut.&#13;
Kata Kunci: Konflik Antar Kelompok, Mediasi Adat, Kearifan Lokal, Lembaga Kainkain Karkara Byak, Biak Numfor</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
