<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001191993</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260119112010</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000438</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGULANGAN STUNTING DI KABUPATEN LOMBOK UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">Ahmad Haikal Amry</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ahmad Haikal Amry</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23709</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Hyronimus Rowa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.859 865 14</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.859 865 14 AHM i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Masalah Stunting</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Lombok Utara tercatat memiliki&#13;
prevalensi stunting sebesar 18,03%, melebihi target nasional 14%, sehingga memerlukan upaya&#13;
intervensi kebijakan yang efektif. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan&#13;
menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi implementasi kebijakan Program Percepatan&#13;
Penurunan dan Pencegahan Stunting Terintegrasi, pada pelaksanaan Program Aksi&#13;
Konvergensi oleh 8 OPD di Kabupaten Lombok Utara. Metode : Penelitian ini menggunakan&#13;
pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan&#13;
dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan&#13;
kesimpulan. Pada penelitian ini terdapat 12 informan yang terdiri dari Kepala Bappeda, Kepala&#13;
Dinas Kesehatan, Kepala Satgas (satuan tugas) Stunting, Kepala Puskesmas, LSM, dan&#13;
Masyarakat Kabupaten Lombok Utara. Hasil/Temuan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
implementasi program aksi konvergensi oleh 8 OPD di Kabupaten Lombok Utara telah&#13;
berjalan cukup baik ditunjukkan dengan adanya penurunan angka stunting di tahun 2023&#13;
sekitar 18,03% menjadi 13,5% di akhir tahun 2024, namun masih terdapat beberapa kendala&#13;
seperti koordinasi antar aktor yang belum optimal dan keterbatasan sumber daya. Kesimpulan:&#13;
Pelaksanaan program aksi konvergensi pada penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan&#13;
implementasi memerlukan penguatan kolaborasi lintas sektor serta peningkatan komitmen&#13;
bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten&#13;
Lombok Utara secara berkelanjutan.&#13;
Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Penanggulangan, Stunting</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
