<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001191995</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260119113357</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000440</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">EVALUASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KEMANTREN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KEMANTREN UMBULHARJO KOTA YOGYAKARTA PROVINSI D.I. YOGYAKARTA /</subfield>
      <subfield code="c">Dwi Irawan Jati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dwi Irawan Jati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24827</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Sarwani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.728 598 275</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.728 598 275  DWI e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Permasalahan Sampah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah&#13;
perkotaan seperti Kota Yogyakarta terus menjadi tantangan serius meskipun telah banyak&#13;
kebijakan diterbitkan. Salah satu gap utama dalam penelitian ini adalah belum optimalnya&#13;
peran Pemerintah Kemantren dalam mengimplementasikan kebijakan pengelolaan sampah,&#13;
khususnya pasca penutupan TPA Piyungan yang memunculkan pembuangan ilegal. Tujuan:&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan sampah oleh Pemerintah&#13;
Kemantren Umbulharjo Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan&#13;
deskriptif kualitatif dengan informan dari Pemerintah Kemantren Umbulharjo dan Dinas&#13;
Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara&#13;
mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data,&#13;
penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Penelitian ini menggunakan teori&#13;
evaluasi kebijakan Dunn (2003) dengan enam dimensi: efektivitas, efisiensi, kecukupan, &#13;
pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa kebijakan pengelolaan sampah belum berjalan optimal. Hal ini ditunjukkan dengan&#13;
terbatasnya alokasi anggaran, rendahnya partisipasi masyarakat, minimnya jumlah tenaga kerja&#13;
dan fasilitas pengelolaan sampah. Faktor penghambat lainnya ialah kurangnya kesadaran&#13;
masyarakat serta sarana dan prasarana yang belum memadai. Upaya perbaikan dilakukan&#13;
melalui sosialisasi, pengusulan penambahan tenaga dan sarana, serta kolaborasi dengan Dinas&#13;
Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta. Kesimpulan: Pemerintah Kemantren Umbulharjo perlu&#13;
meningkatkan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat, mengalokasikan dana secara&#13;
proporsional, dan memperkuat strategi kolaboratif lintas instansi untuk mengatasi&#13;
permasalahan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
