<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192019</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260120084521</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000464</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PERAN AKTOR POLITIK LOKAL DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN DI KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU /</subfield>
      <subfield code="c">Sandy Pardo Edma</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Sandy Pardo Edma</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23139</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Hardiyanto Rahman</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">625.759 814 162</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">625.759 814 162  SAN p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pembangunan Jalan Raya</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian&#13;
ini adalah bagaimana peran aktor politik lokal dalam pembangunan infrastruktur jalan di&#13;
Kabupaten Rokan Hulu, mengingat belum terealisasinya peningkatan status jalan provinsi menjadi&#13;
jalan nasional dan masih banyaknya jalan yang rusak berat. Hal ini menunjukkan adanya&#13;
kesenjangan antara usulan pemerintah daerah dan realisasi pembangunan di lapangan. Tujuan:&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran aktor politik lokal dalam&#13;
pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Rokan Hulu, serta mengidentifikasi faktor-faktor&#13;
pendukung dan penghambat dari peran tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode&#13;
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,&#13;
wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan&#13;
accidental sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan&#13;
penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran&#13;
aktor politik lokal dalam pembangunan infrastruktur jalan belum berjalan secara optimal. Dari&#13;
lima dimensi teori peran Horoepoetri &amp; Santosa (1993), hanya dua dimensi yang berfungsi baik,&#13;
yaitu strategi (terlihat dari koordinasi yang dilakukan sebanyak 12 kali) dan alat komunikasi&#13;
(penggunaan media oleh aktor politik lokal dalam menanggapi aspirasi masyarakat). Sedangkan&#13;
tiga dimensi lainnya belum berjalan efektif, yaitu kebijakan (tidak selarasnya prioritas anggaran),&#13;
penyelesaian sengketa (masih adanya konflik wilayah), dan terapi (belum ada pengukuran&#13;
kepuasan masyarakat). Faktor pendukung pembangunan jalan meliputi dukungan anggaran,&#13;
kebijakan pusat, kolaborasi lintas sektor, dan komitmen politik. Namun terdapat hambatan seperti&#13;
kondisi alam, keterbatasan teknis, konflik batas wilayah, dan minimnya partisipasi masyarakat.&#13;
Kesimpulan: Aktor politik lokal memiliki peran strategis dalam pembangunan jalan di Kabupaten&#13;
Rokan Hulu, namun peran ini belum dijalankan secara maksimal. Hambatan struktural dan kultural&#13;
menjadi tantangan dalam mengoptimalkan peran tersebut. Diperlukan penguatan sinergi antar&#13;
pemangku kepentingan, transparansi kebijakan, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap&#13;
tahapan pembangunan. Saran: Pemerintah daerah dan aktor politik lokal diharapkan mampu&#13;
memperkuat koordinasi lintas sektor, memperjelas prioritas kebijakan infrastruktur, serta&#13;
meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai upaya akselerasi pembangunan infrastruktur jalan,&#13;
terutama dalam mendorong realisasi status jalan nasional.&#13;
Kata Kunci: Aktor Politik Lokal, Pembangunan Jalan, Infrastruktur, Kebijakan Publik</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
