<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192030</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260120090357</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000475</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">RESILIENSI MASYARAKAT TERHADAP BENCANA KEKERINGAN MELALUI PROGRAM KAMPUNG RAMAH AIR HUJAN DI KOTA KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Rolland Henry Jordan Mangilomi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Rolland Henry Jordan Mangilomi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24411</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">M. Amin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.959.868.63</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.959.868.63  ROL r</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Administrasi Negara Bidang Keselamatan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kekeringan menjadi tantangan utama di wilayah tropis kering seperti Kota Kupang karena curah hujan rendah, musim kemarau panjang, pertumbuhan penduduk cepat, dan minimnya infrastruktur air. Namun, studi mengenai efektivitas pendekatan lokal seperti Program Kampung Ramah Air Hujan (KRAH) dalam membangun resiliensi masyarakat terhadap bencana kekeringan masih terbatas. Tujuan: Untuk menganalisis resiliensi masyarakat terhadap bencana kekeringan melalui implementasi Program Kampung Ramah Air Hujan (KRAH) sebagai strategi adaptasi lokal. Metode: Pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori resiliensi UNISDR (2009) yang mencakup mitigasi, adaptasi, dan inovasi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemangku kepentingan dan masyarakat penerima manfaat program. Hasil/Temuan: Program KRAH meningkatkan ketahanan masyarakat melalui pembangunan sarana penampungan air hujan, peningkatan kesadaran konservasi air, dan kolaborasi lintas sektor. Namun, program masih menghadapi tantangan seperti partisipasi masyarakat yang belum berkelanjutan, keterbatasan dana, dan belum terintegrasinya dengan kebijakan jangka panjang. Kesimpulan: Program KRAH merupakan pendekatan komunitas yang adaptif dan berpotensi direplikasi di daerah lain. Rekomendasi penting meliputi penguatan kapasitas kelembagaan, pengembangan inovasi teknologi konservasi air, dan edukasi publik untuk mendukung ketahanan masyarakat terhadap kekeringan.&#13;
Kata Kunci: resiliensi, kekeringan, air hujan, Kampung Ramah Air Hujan, adaptasi, mitigasi, inovasi.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
