<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192057</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260120094259</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000502</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PENEGAKAN PERATURAN DAERAH TENTANG PENANGANAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH /</subfield>
      <subfield code="c">Ni Luh Gede Novita Kurniasih</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ni Luh Gede Novita Kurniasih</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">18 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22029</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhammad Suhardi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.592 598 443 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.592 598 443 1 NI  p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Permasalahan Gelandangan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini&#13;
adalah keberadaan gelandangan dan pengemis yang menggangu ketenteraman, ketertiban&#13;
umum, dan estetika Kota Palu utamanya pasca bencana alam pada tahun 2018 di Kota Palu.&#13;
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan Perda tentang penanganan&#13;
gelandangan dan pengemis oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palu. Metode: Penelitian ini &#13;
menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara,&#13;
observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap&#13;
7 informan yang terdiri dari aparat Satpol PP Kota Palu, masyarakat Kota Palu, serta&#13;
gelandangan dan pengemis di Kota Palu. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa&#13;
Satpol PP telah melakukan upaya penegakan Perda terkait gelandangan dan pengemis ini.&#13;
Namun, masih ditemukan gelandangan dan pengemis di beberapa titik di Kota Palu yang&#13;
menunjukkan belum adanya efek jera terhadap pelanggar Perda akibat dari sanksi pidana yang&#13;
tercantum tidak dapat dijatuhkan kepada pelanggar karena bukan kewenangan dari Satpol PP.&#13;
Kesimpulan: Penegakan Perda tentang gelandangan dan pengemis oleh Satpol PP Kota Palu&#13;
telah dilakukan dengan upaya preventif dan represif namun belum optimal karena terdapat&#13;
beberapa hambatan. Sanksi pidana yang tercantum dalam Perda tidak pernah dijatuhkan kepada&#13;
pelanggar karena bukan merupakan kewenangan Satpol PP. Meskipun terdapat faktor&#13;
pendukung penegakan Perda, hambatan yang dihadapi utamanya berasal dari gelandangan dan&#13;
pengemis itu sendiri yang tetap kembali ke jalanan meskipun sudah pernah dirazia oleh Satpol&#13;
PP Kota Palu.&#13;
Kata Kunci: Penegakan Perda, Satpol PP, Gelandangan dan Pengemis</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
