<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192076</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260120100931</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000521</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">OPTIMALISASI TATA KELOLA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATAWAN KE HARANGGAOL KABUPATEN SIMALUNGUN PROVINSI SUMATERA UTARA /</subfield>
      <subfield code="c">Alonta Onenimus Jawak</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Alonta Onenimus Jawak</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23528</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Helwani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">338.959 812 33</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">338.959 812 33 ALO o</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">perkembangan ekonomi dan pariwisata</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Optimalisasi tata kelola pariwisata dan ekonomi kreatif di&#13;
Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, mengalami kesenjangan antara&#13;
potensi besar dan realitas pengelolaan yang ada. Meskipun memiliki daya tarik alami dan budaya&#13;
yang luar biasa, sektor pariwisata di kawasan ini menghadapi berbagai tantangan, seperti infrastruktur yang buruk, minimnya fasilitas pendukung, serta kurangnya keterlibatan masyarakat&#13;
lokal dalam pengembangan ekonomi kreatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis&#13;
optimalisasi tata kelola pariwisata dan ekonomi kreatif di Haranggaol guna meningkatkan daya tarik wisatawan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa pengelolaan pariwisata di Haranggaol belum optimal, dengan aspek perencanaan strategis yang masih lemah, keterbatasan sarana dan prasarana, serta rendahnya keterlibatan masyarakat. Tantangan utama termasuk infrastruktur yang tidak memadai dan dampak negatif dari keramba jaring apung. Namun, terdapat peluang signifikan dari potensi alam dan tren wisata yang dapat dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak pengunjung. Kesimpulan: Optimalisasi tata kelola pariwisata dan ekonomi kreatif di Haranggaol memerlukan pendekatan yang lebih kolaboratif dan berkelanjutan. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Simalungun diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam merumuskan kebijakan dan program yang mendukung pengembangan pariwisata secara terpadu.&#13;
Kata Kunci: Optimalisasi, Tata Kelola, Pariwisata</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
