<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192081</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260120101536</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000526</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI APARATUR SIPIL NEGARA DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN MAMBERAMO TENGAH PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN /</subfield>
      <subfield code="c">Yikwa, Ridho Doroti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Yikwa, Ridho Doroti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">19</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24535</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Yani Alfian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">658.359 881 62</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">658.359 881 62 YIK i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Manajemen Kepegawaian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Implementasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara&#13;
(SIASN) merupakan kebijakan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan manajemen&#13;
kepegawaian yang terintegrasi, efisien, dan berbasis teknologi. Namun, di Kabupaten&#13;
Mamberamo Tengah yang merupakan daerah otonomi baru dengan kondisi geografis ekstrem&#13;
dan keterbatasan infrastruktur, implementasi kebijakan ini menghadapi banyak tantangan.&#13;
Kesenjangan muncul antara regulasi nasional dengan kesiapan lokal dalam hal sumber daya&#13;
manusia, fasilitas, serta pola koordinasi antar bidang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menganalisis dan menggambarkan faktor-faktor penghambat implementasi SIASN di Badan&#13;
Kepegawaian Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah Provinsi Papua Pegunungan. Metode:&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan &#13;
melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa implementasi SIASN masih belum optimal. Ditunjukkan dengan 4 dimensi yang&#13;
digunakan belum menunjukkan hasil yang cukup baik. Hambatan utama ditemukan pada aspek&#13;
komunikasi yang masih satu arah dan tidak menjangkau seluruh pegawai; disposisi pimpinan&#13;
yang belum diikuti dengan kesiapan teknis pelaksana; struktur birokrasi yang belum adaptif; serta&#13;
sumber daya manusia dan teknologi yang sangat terbatas. Kurangnya SOP lokal, pelatihan teknis,&#13;
dan infrastruktur jaringan juga memperparah pelaksanaan sistem ini. Kesimpulan: Implementasi&#13;
SIASN di BKD Kabupaten Mamberamo Tengah menghadapi hambatan struktural dan kultural&#13;
yang kompleks. Untuk itu perlu strategi peningkatan kapasitas ASN melalui pelatihan, penguatan&#13;
koordinasi lintas bidang, penyusunan SOP berbasis lokal, serta pengadaan infrastruktur teknologi&#13;
yang memadai.&#13;
Kata Kunci: SIASN, Implementasi Kebijakan, ASN, Daerah Otonomi Baru</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
