<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192116</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260120112517</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000561</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">EFEKTIVITAS PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PEDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) MELALUI TRANSAKSI NON TUNAI DI KABUPATEN POSO /</subfield>
      <subfield code="c">SILABAN, CHORNELIUS ABDY</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">SILABAN, CHORNELIUS ABDY</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23619</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dadang Suwanda</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.385 984 441</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.385 984 441 SIL e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">administrasi publik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan&#13;
Perkotaan (PBB-P2) merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) penting di&#13;
Kabupaten Poso. Sejak penerapan sistem transaksi non tunai pada tahun 2023, realisasi penerimaan pajak menunjukkan tren penurunan. Hal ini menjadi tanda bahwa efektivitas kebijakan digitalisasi belum optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerimaan PBB-P2 melalui transaksi non tunai serta mengevaluasi faktor-faktor penghambat implementasinya di Kabupaten Poso. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data model Miles &amp; Huberman. Hasil/Temuan: Hasil menunjukkan bahwa meskipun sistem non tunai telah tersedia melalui kerja sama dengan Bank Sulteng dan kanal pembayaran digital lainnya, efektivitas penerimaan pajak belum tercapai secara optimal. Hal ini disebabkan oleh rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan akses infrastruktur, serta preferensi terhadap pembayaran tunai. Kesimpulan: Transaksi non tunai berpotensi meningkatkan efektivitas penerimaan pajak, namun implementasinya di&#13;
Kabupaten Poso memerlukan penguatan infrastruktur, edukasi masyarakat, serta peningkatan&#13;
kapasitas SDM.&#13;
Kata Kunci: PBB-P2, Efektivitas, Transaksi Non Tunai, Digitalisasi, Kabupaten Poso</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
