<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192153</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260121065739</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000598</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERIAN BANTUAN DANA PENDIDIKAN KEPADA MAHASISWA KEDOKTERAN DI KABUPATEN SARMI PROVINSI PAPUA /</subfield>
      <subfield code="c">Wersemetawar, Miroslav Donn</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Wersemetawar, Miroslav Donn</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22676</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Djohermansyah Djohan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">378.359 881 71</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">378.359 881 71 WER i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Bantuan Untuk Mahasiswa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pendidikan tinggi memiliki peran vital dalam pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan suatu daerah . Namun, akses terhadap pendidikan tinggi seringkali terhambat oleh faktor ekonomi, terutama di daerah-daerah terpencil sehingga ini mengakibatkan terhambatnya proses Pendidikan. Tenaga kesehatan di Kabupaten Sarmi digolongkan masih sangat minim sehingga tenaga Kesehatan yang kompeten sangat dibutuhkan dalam hal ini yang salah satunya bersumber dari mahasiswa Kedokteran di Kabupaten Sarmi. Menyadari pentingnya pendidikan tinggi bagi pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Sarmi menginisiasi kebijakan pemberian bantuan dana pendidikan kepada mahasiswa perguruan tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses implementasi pemberian bantuan dana pendidikan bagi mahasiswa kedokteran di Kabupaten Sarmi, termasuk mekanisme penyaluran dan prosedur yang diterapkan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena model kualitatif memberikan fleksibilitas bagi peneliti untuk disesuaikan dengan tujuan utama penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi serta triangulasi data. Teori utama yang dipakai untuk menganalisis topik ini adalah Teori implementasi menurut Van Meter dan Van Horn. Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 9 informan. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan dan verifikasi. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri. Hasil/Temuan: Hasil temuan mengenai impelementasi kebijakan pemberian bantuan dana Pendidikan untuk mahasiswa kedokteran Kabupaten Sarmi dianalisis melalui beberapa dimensi, pada dimensi standar dan sasaran kegiatan terlihat sudah mulai tepat sasaran mengingat sudah dilakukan pendataan jumlah mahasiswa kedokteran di Kabupaten Sarmi, pada dimensi Sumber daya ditemukan masih adanya kekurangan dalam segi anggaran yang masih kurang dari target yang ingin dicapai, pada dimensi Komunikasi antar badan pelaksana sudah terjalin komunikasi yang bai kantar stakeholder pelaksana, pada dimensi karakteristik badan pelaksana masih terlalu timpang dimana kebijakan ini masih diemban oleh satu bidang saja, pada dimensi lingkungan social ekonomi dan politik menunjukkan hasil yang kurang maksimal ditandai dengan respon Masyarakat yang begitu sadar, terakhir pada dimensi sikap pelaksana dari dinas Pendidikan sudah sangat baik. Kesimpulan: Secara umum tingkat pelaksanaan kebijakan pemberian bantuan dana Pendidikan bagi mahasiswa kedokteran di Kabupaten Sarmi ini sudah berjalan dengan optimal meskipun di beberapa aspek masih perlu perbaikan dan peningkatan seperti pada aspek komunikasi dan sumber daya. KataKunci:Kebijakan Pemerintah, Beasiswa, Kedokteran, Otonomi Khusus.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
