<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192154</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260121070435</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000599</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PENGEMBANGAN KOMPETENSI DIGITAL PEGAWAI NEGERI SIPIL DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI ACEH /</subfield>
      <subfield code="c">Muzakki Amir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muzakki Amir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22636</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Simbolon, Robert</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">658.359 811</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">658.359 811 MUZ p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Manajemen Kepegawaian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang: Transformasi digital di sektor pemerintahan menuntut Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki kompetensi digital yang mumpuni. Namun demikian, penguasaan teknologi digital di lingkungan Badan Pengembangan SumberDaya Manusia (BPSDM) Provinsi Aceh masih tergolong rendah. Dalam 2 tahun terkahir hanya 32 dari 89 pegawai yang mengikuti pelatihan digital, ditambah keterbatasan akses pelatihan, rendahnya literasi digital, serta belum optimalnya infrastruktur penunjang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kompetensi digital PNS di BPSDM Aceh, mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi, serta mengevaluasi strategi pengembangan yang telah dilaksanakan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Banyak pegawai masih mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam tugas-tugas administrasi dan pelayanan. Hambatan utama meliputi rendahnya kesinambungan pelatihan, keterbatasan sarana prasarana teknologi, serta minimnya inisiatif dan motivasi individu. Kesimpulan: BPSDM Provinsi Aceh perlu merancang program pelatihan yang terstruktur, inklusif, dan berkelanjutan, meningkatkan fasilitas teknologi informasi, serta memastikan integrasi penggunaan digital dalam sistem kerja secara menyeluruh. Kata Kunci: Kompetensi Digital; ASN; Pengembangan SDM</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
