<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192157</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260121071846</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000602</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PERAN BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM MENINGKATKAN WAWASAN KEBANGSAAN PADA GENERASI MUDA DI KOTA JAMBI /</subfield>
      <subfield code="c">ALIFA VIKRI</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">ALIFA VIKRI</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22944</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Djohermansyah Djohan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.545 981 541</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.545 981 541 ALI p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Ideologi Nasionalis</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Generasi muda Indonesia menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaan di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Gejala menurunnya pemahaman terhadap ideologi Pancasila, kurangnya apresiasi terhadap simbol-simbol negara, serta meningkatnya kenakalan remaja mencerminkan adanya degradasi wawasan kebangsaan di kalangan pemuda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jambi dalam meningkatkan wawasan kebangsaan generasi muda, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung, serta merumuskan strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi kendala tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori peran Kesbangpol dari Gede Diva, yang mencakup tiga peran utama: fasilitator, regulator, dan katalisator. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesbangpol telah melaksanakan berbagai program sosialisasi nilai-nilai kebangsaan yang berdampak positif terhadap peningkatan pemahaman generasi muda, meskipun cakupan dan frekuensi kegiatan masih terbatas. Hambatan utama yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, dan kurangnya sinergi dengan lembaga pendidikan. Namun demikian, adanya dukungan dari pemerintah daerah dan komitmen internal Kesbangpol menjadi faktor pendukung yang signifikan. Kesimpulan: Untuk meningkatkan efektivitas peran Kesbangpol dalam penguatan wawasan kebangsaan, diperlukan penguatan kerja sama lintas sektor, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta pengembangan program yang adaptif terhadap kebutuhan generasi muda. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan kebijakan nasionalisme di kalangan pemuda secara berkelanjutan. Kata Kunci: Peran Kesbangpol, Generasi Muda, Wawasan Kebangsaan, Nasionalisme.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
