<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192177</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260121093819</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000622</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">OPTIMALISASI PENERIMAAN RETRIBUSI PARKIR MELALUI QRIS DI KOTA MEDAN /</subfield>
      <subfield code="c">Setiawan, Ardya Brahmantyo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Setiawan, Ardya Brahmantyo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/21989/</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Margono, Budi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">388.474 598 121 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">388.474 598 121 1 SET o</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Parkir dan Perparkiran</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Medan yang terus meningkat setiap tahunnya berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan pengelolaan parkir yang optimal. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Medan menerapkan sistem pembayaran retribusi parkir berbasis QRIS. Namun, sejak diterapkan, realisasi penerimaan retribusi parkir di tepi jalan umum Kota Medan dari tahun 2021 hingga 2024 belum pernah mencapai target. Beberapa faktor penyebabnya antara lain masih maraknya parkir liar, rendahnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan pembayaran melalui QRIS, serta belum maksimalnya peran petugas parkir di lapangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab ketidaktercapaian target penerimaan retribusi parkir di tepi jalan umum Kota Medan serta mengevaluasi upaya optimalisasi penerimaan retribusi parkir melalui QRIS oleh Dinas Perhubungan Kota Medan. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta studi pustaka. Analisis dilakukan dengan menghubungkan teori optimalisasi pendapatan daerah oleh Sutedi (2008) dengan temuan di lapangan untuk mengungkap optimalisasi kebijakan pembayaran melalui QRIS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan QRIS dalam penerimaan retribusi parkir telah membawa perubahan positif ditunjukkan pada dimensi Memperluas Basis Penerimaan (Belum Optimal): Target penerimaan tinggi namun realisasi selalu di bawah, dipicu oleh juru parkir nakal; Dimensi Memperkuat Proses Pemungutan (Optimal): Sarana prasarana (rompi, QRIS) dan sosialisasi tata cara pemungutan telah disediakan; Dimensi Meningkatkan Pengawasan (Optimal): Pengawasan dilakukan melalui himbauan media, layanan pengaduan daring, pemasangan rambu, dan razia; Dimensi Meningkatkan Efisiensi Administrasi dan Menekan Biaya Pemungutan (Optimal): Sistem e-Parkir digunakan untuk monitoring, e-Jukir, dan pembayaran QRIS, yang meningkatkan efisiensi administrasi; Dimensi Meningkatkan Kapasitas Penerimaan Melalui Perencanaan yang Lebih Baik (Optimal): Dinas Perhubungan berencana mengubah sistem parkir menjadi pembayaran secara berlangganan per tahun untuk menekan kebocoran, serta akan menambah titik – titik parkir resmi. Kesimpulan: Optimalisasi penerimaan retribusi parkir melalui QRIS di Kota Medan telah menunjukkan arah yang positif, tetapi belum sepenuhnya optimal dalam meningkatkan realisasi penerimaan sesuai target yang ditetapkan. Perlu strategi tambahan berupa peningkatan pengawasan, sosialisasi berkelanjutan, serta penertiban parkir liar agar implementasi pembayaran melalui QRIS dapat berjalan lebih optimal. Kata Kunci: Retribusi Parkir, QRIS, Optimalisasi, Pendapatan Daerah</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
