<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192184</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260121095125</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000629</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">EVALUASI KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN TEMPAT PENGOLAHAN  SAMPAH REUSE REDUCE RECYCLE DI KABUPATEN MOJOKERTO /</subfield>
      <subfield code="c">Adhe Prayoga Setyo Adji</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Adhe Prayoga Setyo Adji</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21277</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Andi Pitono</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.759 828 51</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.759 828 51 ADH e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pengelolaan Lingkungan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Sampah merupakan persoalan lingkungan yang terus &#13;
meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Kabupaten Mojokerto &#13;
menghadapi tantangan serius akibat kelebihan kapasitas TPA Karangdiyeng, sementara &#13;
pengelolaan konvensional dinilai tidak lagi efektif. Strategi berkelanjutan diperlukan, salah &#13;
satunya melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Tujuan: &#13;
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebijakan penyelenggaraan TPS 3R di Kabupaten &#13;
Mojokerto dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Metode: Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kebijakan berdasarkan teori evaluasi William N. Dunn, meliputi enam kriteria: efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TPS 3R di Kabupaten Mojokerto belum berjalan optimal. Terdapat ketimpangan antara jumlah TPS 3R dan jumlah desa/kelurahan, keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya partisipasi masyarakat, serta keterbatasan alokasi anggaran. Hambatan utama yang diidentifikasi antara lain adalah kurangnya sumber daya manusia yang kompeten, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berbasis 3R, serta lemahnya regulasi dan koordinasi antarinstansi terkait. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, serta perluasan dan penguatan peran TPS 3R sebagai upaya mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kabupaten Mojokerto. &#13;
Kata kunci: Kebijakan Publik, Pengelolaan Sampah, Evaluasi, Kabupaten Mojokerto</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
