<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192191</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260121095958</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000636</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Efektivitas Program Simulasi dan Edukasi Bencana (SIEDUN) Dalam Membangun Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat (Studi Kasus di Desa Bandorasa Kulon) :</subfield>
      <subfield code="b">(Studi Kasus di Desa Bandorasa Kulon) /</subfield>
      <subfield code="c">Fatwa Sayidina Alauliya</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Fatwa Sayidina Alauliya</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dedy Suhendi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.345 982 454</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.345 982 454 FAT e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pengamanan dari Bencana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peneliti memfokuskan pada permasalahan bahwa desa Bandorasa Kulon di Kabupaten Kuningan berpotensi dilanda bencana alam dengan tingkat kerentanan yang cukup tinggi, sehingga diperlukan program pembangunan desa tangguh bencana agar masyarakat desa mampu menanggulangi bencana secara mandiri. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas program SIEDUN dalam membangun desa tangguh bencana di Kabupaten 2 Kuningan di Desa Bandorasa Kulon. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teori Sutrisno (2010). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara ( 6 informan), observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program SIEDUN di Desa Bandorasa Kulon dapat terlaksana dengan baik dan efektif sehingga dapat memberikan dampak atau perubahan di desa. Program ini mampu mencapai indikator efektivitas seperti pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, dan pencapaian tujuan, serta membawa perubahan nyata melalui pembentukan forum, peta evakuasi, dan jalur evakuasi Kesimpulan: Program Simulasi dan Edukasi Kebencanaan (SIEDUN) di Desa Bandorasa Kulon terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam penanggulangan bencana dan menjadikan Desa Bandorasa Kulon sebagai Desa Tangguh Bencana. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan program, disarankan untuk memperluas jangkauan program, melengkapi sarana pendukung, melakukan monitoring secara berkala, dan memperbanyak mitra pendukung pelaksanaan program.&#13;
 Kata kunci: Desa tangguh bencana, pengurangan risiko bencana, simulasi edukasi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
