<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192200</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260121101158</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000645</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">RESILIENSI TERHADAP RISIKO BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN  DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Dwi Anggraini Purba Wardhani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dwi Anggraini Purba Wardhani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">22 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21457</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">M. Amin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.759 838 32</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.759 838 32 DWI r</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kebakaran Hutan dan Lahan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Resiliensi terhadap risiko bencana kebakaran hutan dan &#13;
lahan di Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi hal yang krusial mengingat wilayah ini kerap &#13;
mengalami kejadian kebakaran yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resiliensi masyarakat dan pemerintah daerah melalui tiga dimensi utama yaitu mitigasi, adaptasi, dan inovasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, seperti BPBD, Manggala Agni serta masyarakat terdampak. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya mitigasi dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat serta peningkatan sistem peringatan dini. Adaptasi terlihat dari penguatan kapasitas lokal melalui pelatihan relawan dan penyediaan sarana penanggulangan bencana. Inovasi dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi informasi, seperti aplikasi pemantauan hotspot, serta kolaborasi lintas sektor. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, masih terdapat tantangan dalam hal keterbatasan anggaran, koordinasi antar lembaga, dan partisipasi aktif masyarakat. Kesimpulan: Diperlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat resiliensi secara menyeluruh, termasuk peningkatan kapasitas kelembagaan, integrasi kebijakan mitigasi dalam pembangunan daerah, serta penguatan jaringan informasi kebencanaan untuk mendorong respons cepat dan tepat terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan di masa mendatang. &#13;
Kata Kunci: Resiliensi, Risiko Bencana, Kebakaran Hutan dan Lahan</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
