<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192203</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260121102045</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000648</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">INEQUITIES ANALYSIS IN LOCAL OWN-SOURCE REVENUE POTENTIAL BETWEEN REGENCIES AND MUNICIPALITIES IN INDONESIA /</subfield>
      <subfield code="c">Muhammad Ilham Husni Zarkasi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhammad Ilham Husni Zarkasi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Halilul Khairi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.259 8</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.259 8 MUH i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Perpajakan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salah satu faktor yang mendasari rendahnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah belum optimalnya pemanfaatan sumber-sumber PAD, terutama yang bersumber dari pergeseran struktur ekonomi, kapasitas pajak, dan retribusi yang dikenakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan potensi PAD antara kabupaten dan kota, yang mengakibatkan rasio PAD terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di kabupaten berbeda secara signifikan dengan kota. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap seluk-beluk perbedaan potensi PAD dengan menggunakan pendekatan metode campuran yang mencakup analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan analisis yang komprehensif. Data dikumpulkan dari karya ilmiah dan data sekunder yang menggunakan validasi konten untuk mengontrol relevansi dari berbagai sumber data. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah kabupaten memiliki karakteristik yang berbeda dengan pemerintah kota dalam hal lanskap geografis, struktur ekonomi, dan populasi. Perbedaan-perbedaan ini mempengaruhi potensi pendapatan asli daerah yang harus dikelola secara berbeda dengan kebijakan fiskal kota. Kesimpulan: Perbedaan-perbedaan ini mempengaruhi potensi pendapatan asli daerah yang harus dikelola secara berbeda dengan kebijakan fiskal kota. Perbedaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) antara kedua entitas tersebut disebabkan oleh kegagalan pemerintah pusat dalam menangani kemampuan peningkatan pendapatan pemerintah kabupaten secara memadai. Meskipun pajak daerah beragam, hanya beberapa yang dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan daerah. Bidang perpajakan dicirikan oleh tingkat sentralisasi yang tinggi, karena pemerintah pusat mengumpulkan semua jenis pajak utama dan semua jenis pajak utama dan paling produktif, termasuk pajak langsung dan tidak langsung. Kebijakan desentralisasi simetris antara kabupaten kabupaten dan kota semakin membatasi kapasitas pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.&#13;
&#13;
Kata kunci: Pendapatan Asli Daerah; Potensi Sumber Pendapatan Daerah; Desentralisasi Fiskal</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
