<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192290</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260122103959</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000735</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PENGARUH BUDAYA PO-5 TERHADAP DISIPLIN PEGAWAI DI INSPEKTORAT KOTA BAUBAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA /</subfield>
      <subfield code="c">Nurlia Febriani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Nurlia Febriani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">25 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/20648/</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Yeti Fatimah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">658.309 598 48</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">658.309 598 48  NUR p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Manajemen Kepegawaian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rendahnya nilai integritas pegawai di Insepktorat Kota Baubau yang menduduki angka 72,63 (kategori rentan), terdapat 3% atau 17 dari 40 pegawai di Inspektorat Kota Baubau yang melakukan kecurangan dengan memakai aplikasi fake GPS, dan adanya kasus pelanggaran disiplin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh budaya PO-5 terhadap kedisiplinan pegawai di Inspektorat Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. PO-5 adalah nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Buton yang mencakup: Po-Maamasiaka (saling menyayangi), PoPiapiara (saling memelihara), Po-Maemaeaka (rasa malu), Po-Angkaangkataka (mengangkat martabat), dan Po-Bincibinciki Kuli (menjaga perasaan). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif, dan pengolahan data dilakukan dengan aplikasi SmartPLS 3. Teori disiplin yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Hasibuan (2021), yang mencakup indikator seperti tujuan, kemampuan, teladan pimpinan, keadilan, pengawasan, sanksi, ketegasan, hubungan kemanusiaan, dan balas jasa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner/angket (40 responden), observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Uji Outer Model terhitung nilai AVE &gt;0,5, untuk nilai loading variabel terhitung lebih besar dari variabel lainnya, serta composite reliability terhitung &gt;0,70. Uji Inner Model terhitung R2=0,308, Q2=0,31, GoF untuk Nilai NFI=0,487. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh signifikan secara parsial antara dimensi PO-5 dan disiplin pegawai,. Oleh karena itu, disarankan: (1) Pemerintah Kota Baubau dapat memperkuat aturan disiplin, menyediakan fasilitas yang layak, dan rutin menyelenggarakan pelatihan; (2) Inspektorat dapat mengadakan rapat internal secara rutin dan menerapkan sistem reward and punishment; serta (3) ASN dapat menumbuhkan kesadaran terhadap tanggung jawab, aktif mengikuti pelatihan, menjadi teladan dalam bekerja, serta terbuka terhadap evaluasi dan berpartisipasi dalam program instansi. Kata kunci: PO-5, Budaya Lokal, Disiplin Pegawai, PNS, Inspektorat</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
