<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192310</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260122111503</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000755</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ANALISIS RASIO KEUANGAN DAERAH   DALAM PENILAIAN KINERJA KEUANGAN DAERAH   KABUPATEN ASAHAN TAHUN 2019-2023 /</subfield>
      <subfield code="c">Tanjung, Jossy Fareza</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Tanjung, Jossy Fareza</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20579</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Tun Huseno</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336 598 123 2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336 598 123 2 TAN a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kinerja keuangan daerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Kemandirian fiskal merupakan salah satu pilar &#13;
penting dalam keberhasilan otonomi daerah. Namun, realitas menunjukkan bahwa banyak &#13;
pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Asahan, masih mengalami ketergantungan yang tinggi &#13;
terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan belum mampu menopang pembiayaan daerah secara optimal. Tujuan: Untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan merujuk pada teori rasio keuangan daerah dari Mahmudi (2019). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio efektivitas PAD berada pada kategori kurang efektif (rata-rata 83,66%), rasio kemandirian sangat rendah (rata-rata 11,18%), derajat desentralisasi sangat kurang (rata-rata 9,10%), dan rasio ketergantungan sangat tinggi (rata-rata 82,24%). Faktor penghambat utama adalah perencanaan yang kurang matang, minimnya infrastruktur, serta ketergantungan pada sektor ekonomi yang tidak stabil. Namun, terdapat potensi pendukung berupa luas wilayah, kesuburan tanah, dan potensi sektor pertanian dan perkebunan. Kesimpulan: Kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Asahan masih belum optimal, dengan ketergantungan yang tinggi terhadap dana pusat. Diperlukan strategi peningkatan PAD melalui inovasi kebijakan, pemanfaatan aset daerah, serta penguatan pengelolaan keuangan secara efisien dan transparan. &#13;
Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Rasio Keuangan Daerah, PAD</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
