<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192328</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260122013813</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000773</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI KABUPATEN MUNA /</subfield>
      <subfield code="c">Laode Salman Kadir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Laode Salman Kadir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23832</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Polyando, Petrus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 359 848 41</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 359 848 41 LAO s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Mitigasi Bencana Banjir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Latar Belakang (GAP): Masih adanya bencana banjir di Kabupaten Muna yang disebabkan oleh keterbatasan anggaran, regulasi yang lemah, keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya kesadaran masyarakat, serta kompleksitas teknis organisasi dalam mengadopsi sistem manajemen mitigasi bencana banjir yang terintegrasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Muna. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam mitigasi bencana banjir di Kabupaten Muna. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi langsung di lapangan. Hasil: Penelitian menemukan bahwa implementasi strategi mitigasi bencana banjir oleh BPBD Kabupaten Muna masih menghadapi berbagai kendala, seperti pada dimensi strategi organisasi yang menunjukan bahwa visi, misi, dan tujuan BPBD belum terlaksana secara optimal dikarenakan beberapa faktor. Pada dimensi strategi sumber daya terdapat kendala yaitu keterbatasan sumber daya manusia yang kurang kompeten, alokasi anggaran yang belum proporsional, minimnya sarana dan prasarana. Selain itu, kendala lain dapat terlihat pada dimensi strategi program yaitu program mitigasi banjir yang dijalankan belum optimal dikarenakan kurangnya tenaga ahli, peralatan, dan minimnya pelatihan bagi petugas Tim Reaksi Cepat. Kendala lain juga dapat terlihat pada dimensi strategi kelembagaan yaitu lemahnya koordinasi antar lembaga, serta belum efektifnya penegakan regulasi tentang mitigasi banjir. Kesimpulan: Strategi mitigasi bencana banjir di Kabupaten Muna belum berjalan secara optimal. Diperlukan peningkatan kapasitas SDM, penyediaan sarana prasarana yang memadai, penguatan koordinasi kelembagaan, penegakan regulasi secara konsisten, serta pengalokasian anggaran yang proporsional agar upaya mitigasi banjir dapat lebih efektif dan berkelanjutan.&#13;
Kata Kunci: Mitigasi Banjir, Strategi BPBD, Kabupaten Muna, Penanggulangan Bencana, Kooten</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
