<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192346</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260122022749</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000791</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">MANAJEMEN PEMERINTAHAN DALAM PENGELOLAAN WISATA KAMPUNG  ADAT DI KABUPATEN SUMBA TENGAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">RIZKY AFRIANI</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">RIZKY AFRIANI</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Simangunsong,  Fernandes</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.175 986 812</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.175 986 812 RIZ m</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Manajemen pariwisata</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan (GAP) Adanya kesenjangan antara potensi besar wisata kampung adat di Kabupaten Sumba Tengah dengan pengelolaannya yang belum oprimal. Hal ini tercermin dari capaian kunjungan wisatawan yang masih jauh dibawah target yang ditetapkan dalam RPJMD. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen pemerintahan dalam pengelolaan wisata kampung adat di Kabupaten Sumba Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori manajemen oleh Terry. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian informasi dan penarikan kesimpulan. Adapun informan dalam penelitian yang dilakukan penulis yaitu melibatkan Sekertaris Daerah Kabupaten Sumba Tengah, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabid Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabid Kemitraan, Kabid Kebudayaan, Pengelola Kampung Adat, Masyarakat dan Wisatawan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan telah diarahkan pada pembangunan berkelanjutan dan pelestarian budaya, namun masih terkendala oleh terbatasnya SDM, anggaran, infrastruktur, dan promosi digital. Pemerintah telah melakukan pelatihan, promosi, dan pembangunan fasilitas, serta menggandeng masyarakat dan sektor lain untuk mengatasi hambatan tersebut. Kesimpulan: Manajemen pemerintahan dalam pengelolaan wisata kampung adat berjalan cukup baik, namun masih perlu penguatan dalam pelaksanaan dan pengawasan melalui peningkatan kualitas SDM, anggaran, dan partisipasi masyarakat. Kata Kunci: Manajemen Pemerintahan, Pengelolaan Wisata, Kampung Adat, Sumba Tengah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
