<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192370</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260122090639</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000815</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">OPTIMALISASI PEMANFAATAN DANA DESA DALAM MENURUNKAN STUNTING DI DESA PENFUI TIMUR KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Aldo Ara</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Aldo Ara</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20711</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Umar Nain</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">616.395 986 862</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">616.395 986 862 ALD o</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">kurang gizi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Terjadi penurunan prevalensi stunting di tingkat provinsi dan kabupaten, Desa Penfui Timur justru mengalami peningkatan kembali kasus stunting pada tahun 2023 setelah sebelumnya berhasil menurunkan angka tersebut pada tahun 2022. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam optimalisasi program penanganan stunting di tingkat desa dibandingkan dengan capaian di tingkat kabupaten dan provinsi. terdapat&#13;
peningkatan signifikan dalam alokasi Dana Desa untuk penanganan stunting dari tahun ke tahun&#13;
(Rp92,4 juta pada 2022 menjadi Rp201,3 juta pada 2024). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pemanfaatan dana desa dalam menurunkan stunting dengan&#13;
menggunakan pendekatan teori Optimalisasi Siringoringo yang meliputi dimensi Tujuan, Alternatif Keputusan dan Sumber Daya Yang Membatasi. Metode: Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi tujuan, dana desa dimanfaatkan melalui program penyuluhan&#13;
kesehatan, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, serta penguatan peran kader posyandu dalam edukasi gizi. Pada dimensi alternatif keputusan, pemerintah desa berperan dalam merumuskan kebijakan yang mendukung upaya percepatan penurunan stunting, termasuk&#13;
pengalokasian anggaran desa yang lebih tepat sasaran dan transparan. Sementara itu, pada&#13;
dimensi sumberdaya yang membatasi, ditemukan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya&#13;
gizi anak dan kepercayaan diri dalam memenuhi cakupan gizi masih perlu ditingkatkan melalui&#13;
edukasi yang berkesinambungan. Kesimpulan: Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa&#13;
optimalisasi penggunaan dana desa untuk menurunkan stunting di Desa Penfui Timur telah&#13;
menunjukkan dampak positif terhadap upaya penurunan stunting di Desa Penfui Timur, meskipun&#13;
masih terdapat beberapa kendala. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara&#13;
pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk mengoptimalkan program yang sedang berjalan.&#13;
Kata kunci: Optimalisasi, dana desa, pemanfaatan, stunting</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
