<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192409</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260123120348</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000854</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">MITIGASI BENCANA KEBAKARAN PEMUKIMAN   PADAT PENDUDUK DI KOTA SAMARINDA   PROVINSI KALIMANTAN TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Hulu, Ilhansyah Putra Fatya</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Hulu, Ilhansyah Putra Fatya</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">16</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24761</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muslim</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.345 983 831</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.345 983 831 HUL m</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Upaya mitigasi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kebakaran merupakan salah satu bencana yang &#13;
sering terjadi di Kota Samarinda. Pada periode tahun 2015 hingga 2022 sudah terjadi sebanyak &#13;
2.349 kejadian kebakaran. Jumlah kerusakan dan kerugian yang disebabkan oleh kebakaran  di &#13;
wilayah pemukiman padat penduduk tidaklah kecil. Hal-hal yang memperbesar potensi &#13;
terjadinya kebakaran adalah, kepadatan penduduk yang tinggi, penataan wilayah pemukiman &#13;
yang belum tertata dengan baik, penggunaan instalasi listrik yang belum sesuai standar, dan &#13;
minimnya peralatan kebakaran untuk warga yang tinggal di titik-titik rawan kebakaran. Maka &#13;
dari itu, diperlukan suatu upaya yang dilakukan dalam rangka mengurangi atau mencegah &#13;
risiko yang ditimbulkan dari kebakaran melalui mitigasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan mitigasi kebakaran pada pemukiman padat &#13;
penduduk Kota Samarinda. Metode: Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian &#13;
ialah metode kualitatif deskriptif. Dalam proses pengumpulan data menggunakan beberapa &#13;
teknik yaitu wawancara dan studi dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh oleh &#13;
peneliti adalah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Samarinda telah melakukan &#13;
berbagai upaya mitigasi, baik dari segi struktural yaitu pembangunan infrastruktur fisik, &#13;
pemasangan water hydrant serta peralatan kebakaran dan kendaraan yang memadai. Pada sisi &#13;
non-struktural, telah dilakukannya upaya-upaya yaitu, penguatan hukum atau regulasi yang &#13;
berlaku terkait sistem proteksi pada bangunan, memberikan keahlian (transfer of skill) melalui &#13;
kegiatan pelatihan dan simulasi, memberikan pendidikan (transfer of knowledge) melalui &#13;
kegiatan penyuluhan, melakukan sosialisasi dengan cara menyebarluaskan informasi tentang &#13;
kebakaran secara masif melalui berbagai platform sosial media, lalu dari upaya-upaya yang &#13;
telah dilakukan menghasilkan adanya perubahan perilaku ke arah yang lebih peduli dan penuh &#13;
kewaspadaan serta secara tidak langsung memperkuat ikatan sosial antarwarga Kota Samarinda &#13;
dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda juga memberikan &#13;
keteladanan kepada masyarakat Kota Samarinda sebagai contoh role model agar dapat ditiru &#13;
di semua kalangan usia penduduk Kota Samarinda. Kesimpulan: Pelaksanaan mitigasi &#13;
kebakaran di pemukiman padat penduduk  di Kota Samarinda sudah berjalan dengan baik dan &#13;
efektif. &#13;
Kata kunci: Kebakaran, Mitigasi Bencana, Pemukiman Padat Penduduk.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
