<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192420</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260123015815</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000865</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">KESIAPSIAGAAN DINAS KESEHATAN DALAM PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN AKIBAT BENCANA ALAM DI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA /</subfield>
      <subfield code="c">Paembonan, Muh. Ravi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Paembonan, Muh. Ravi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">16</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23391</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ida Yunari Ristiani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.609 598 483 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.609 598 483 1 MUH k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kementerian Kesehatan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Kendari merupakan salah satu daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki tingkat risiko bencana alam tinggi, seperti banjir, gempa bumi, dan cuaca ekstrem. Bencana-bencana tersebut berpotensi menimbulkan krisis kesehatan yang memerlukan kesiapsiagaan optimal dari Dinas Kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapsiagaan Dinas Kesehatan Kota Kendari dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana alam. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan kerangka Six Building Blocks of Health System dari World Health Organization (WHO), dengan&#13;
fokus pada dimensi sumber daya manusia kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembiayaan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan Dinas Kesehatan Kota Kendari masih belum optimal. Meskipun telah dibentuk tim tanggap darurat seperti Emergency Medical Team (EMT) dan Public Health Rapid Response Team (PHRRT), koordinasi lintas sektor belum berjalan efektif. Selain itu, pelayanan kesehatan darurat masih terbatas dan belum tersedia alokasi anggaran khusus untuk mendukung program kesiapsiagaan, seperti pelatihan, simulasi, dan penguatan sistem peringatan dini. Kesimpulan: Penelitian ini merekomendasikan perlunya penyusunan standar operasional prosedur yang baku, penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengadaan anggaran khusus untuk mendukung penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana alam di Kota Kendari.&#13;
Kata kunci: Kesiapsiagaan, Krisis Kesehatan, Dinas Kesehatan, Bencana Alam</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
