<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192438</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260126103358</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000883</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Strategi Pengurangan Risiko Bencana Tsunami Di Kabupaten Lampung Selatan /</subfield>
      <subfield code="c">Haikal Yoga Kurnia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Haikal Yoga Kurnia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24828</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Mujahidin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 459 818</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 459 818  HAI s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penanggulangan Bencana Tsunami</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Lampung Selatan merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana tsunami, disebabkan oleh lokasinya yang berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau serta garis pantai yang menghadap langsung ke Selat Sunda dan Samudera Hindia. Ancaman ini menuntut kesiapsiagaan yang tinggi dari pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun,  implementasi strategi mitigasi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan anggaran, rendahnya partisipasi masyarakat, dan belum optimalnya koordinasi antarinstansi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pengurangan risiko bencana tsunami yang diterapkan oleh BPBD Kabupaten Lampung Selatan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pejabat BPBD, tokoh masyarakat, serta warga terdampak. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi sistem peringatan dini sudah berjalan dengan baik; pada pembangunan jalur evakuasi telah meiliki rute jalur evakuasi sesuai dengan standar mitigasi bencana; pada dimensi pemetaan risiko ditemukan terdapatnya peta resiko tsunami di tiap-tiap desa; pada dimensi edukasi kebencanaan ditemukan telah dilaksanakannya edukasi dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah atas hingga Tingkat Masyarakat; serta pada dimensi terakhir yakni koordinasi lintas sektor telah dibentuknya forum koordinasi via WA dan penyelarasan jaringan radio. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi mitigasi bencana tsunami di Kabupaten Lampung Selatan telah berjalan cukup baik, meskipun memerlukan perencanaan jangka panjang yang lebih terintegrasi, peningkatan kapasitas kelembagaan BPBD, intensifikasi edukasi kebencanaan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya guna&#13;
membentuk masyarakat yang tangguh terhadap bencana</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
