<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192457</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260126123323</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000902</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">KEEFEKTIFAN PELAKSANAAN PROGRAM PENANGANAN ANAK TERLANTAR DI KABUPATEN TANGERANG PROVINSI BANTEN /</subfield>
      <subfield code="c">ANUGRAH KARTIKA YUDHA</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">ANUGRAH KARTIKA YUDHA</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23498</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Marthalina</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.735 982 3</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.735 982 3 ANU k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Anak terlantar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Fenomena meningkatnya jumlah anak terlantar di &#13;
Kabupaten Tangerang menjadi perhatian serius, terutama karena ketidaksesuaian antara &#13;
capaian program pelayanan sosial oleh Dinas Sosial dan kondisi riil di lapangan. Berdasarkan &#13;
data BPS, jumlah anak terlantar di Kabupaten Tangerang mencapai 80.134 jiwa pada tahun &#13;
2023, menjadikannya wilayah dengan jumlah anak terlantar tertinggi di Provinsi Banten. &#13;
Meskipun laporan kinerja menunjukkan bahwa pelayanan PMKS telah melampaui target, &#13;
jumlah anak terlantar justru meningkat signifikan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar &#13;
terkait efektivitas pelaksanaan program penanganan anak terlantar di daerah tersebut. Tujuan: &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan pelaksanaan program penanganan anak &#13;
terlantar oleh Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan &#13;
penghambat yang memengaruhi keberhasilan program tersebut. Metode: Penelitian ini &#13;
menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui &#13;
wawancara mendalam dengan informan terkait, studi dokumentasi terhadap kebijakan dan &#13;
laporan instansi, serta observasi lapangan. Analisis data menggunakan teknik interaktif model &#13;
Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan &#13;
kesimpulan/verifikasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa program telah &#13;
memberikan manfaat nyata dalam bentuk layanan dasar seperti sandang, permakanan, dan &#13;
rehabilitasi sosial. Namun, efektivitasnya belum optimal karena terkendala oleh validitas data &#13;
penerima yang rendah, keterbatasan fasilitas dan anggaran, kekurangan tenaga profesional, &#13;
serta stigma negatif dari masyarakat. Kesimpulan: Pelaksanaan program penanganan anak &#13;
terlantar di Kabupaten Tangerang sudah berjalan, namun belum mencapai efektivitas &#13;
maksimal. Diperlukan peningkatan akurasi data, penguatan sumber daya manusia dan &#13;
anggaran, serta keterlibatan aktif masyarakat dan LSM untuk mendukung keberlanjutan &#13;
program secara lebih komprehensif. &#13;
Kata Kunci: Keefektifan Program, Anak Terlantar, PMKS, Kabupaten Tangerang, &#13;
Rehabilitasi Sosial</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
