<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192461</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260126014328</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000906</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DALAM PEMERATAAN DANA OTONOMI KHUSUS PADA SEKTOR PENDIDIKAN DASAR DI DISTRIK MANOKWARI BARAT KABUPATEN MANOKWARI /</subfield>
      <subfield code="c">Waney, Elon Mundus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Waney, Elon Mundus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24960</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Nur Ichsan Amin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">371.225 988 323</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">371.225 988 323 ELO i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Biaya Sekolah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Provinsi Papua dan Papua Barat merupakan salah satu daerah yang diberikan otonomi khusus. Kondisi terkini menunjukkan masih ada ketimpangan dalam bidang pendidikan di beberapa wilayah Indonesia, terutama di daerah- daerah tertinggal yang belum memiliki akses terhadap infrastruktur dasar. Kondisi di Kabupaten Manokwari menunjukkan masih banyak daerah yang menghadapi ketimpangan dalam hal fasilitas, tenaga pendidik, dan pendanaan salah satunya ialah Distrik Manokwari Barat. Sehingga dibutuhkan pemaksimalan dana Otonomi Khusus untuk menjawab tantangan ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan dana otonomi khusus pada sektor pendidikan dasar di Distrik Manokwari Barat Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode ini dipilih karena metode kualitatif memiliki ciri khas yang mampu mengulas dan menjabarkan permasalahan dengan baik sehingga penelitian benar benar dipahami oleh seluruh pihak. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara, studi dokumen. dan observasi langsung. Teori utama yang dipakai untuk menganalisis implementasi kebijakan pemerataan dana otsus khusus pada bidang pendidikan adalah teori implementasi kebijakan (Van Meter &amp; Van Horn, 1975). Adapun Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 7 informan. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan serta verifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan instrument penelitian Tunggal yaitu penulis sendiri. Hasil/Temuan: Temuan penelitian yang dianalisis menggunakan teori implementasi kebijakan penggunaan dana otsus untuk bidang Pendidikan dianalisis melalui beberapa dimensi, pada dimensi Standar dan Tujuan Kebijakan hasil penelitian menunjukkan adanya standar penggunaan otsus yang terperinci dan tujuan kebijakan untu juga sudah ditentukan dengan pemerataan Pendidikan dasar, pada dimensi Sumber Daya kebijakan masih terkendala dari segi ketersediaan dan kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur, pada dimensi Komunikasi dan aktivitas penguatan antarorganisasi terlihat ada komunikasi dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan tenaga pendidik, pada dimensi Karakteristik badan pelaksana sudah ada komitemn badan pelaksana kebijakan, pada dimensi Kondisi ekonomi, politik dan social masih menjadi permasalahan mengingat kondidi sosio-politik di beberapa wilayah Manokwari kurang begitu kondusif, terakhir pada dimensi Disposisi pelaksana sudah ada respon yang baik dalam pelaksanaan kebijakan pengolahan dana otsus ini. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai Implementasi kebijakan Dana Otonomi Khusus pada sektor pendidikan di Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari bahwa meskipun kebijakan ini&#13;
telah memberikan kontribusi positif, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal.&#13;
Kata Kunci: Dana Otonomi Khusus (Otsus), Pendidikan, Manokwari Barat, Implementasi Kebijakan, Partisipasi Masyarakat.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
