<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192463</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260126025246</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000908</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">OPTIMALISASI CAPAIAN TARGET AKTIVASI IDENTITAS  KEPENDUDUKAN DIGITAL OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN  PENCATATAN SIPIL DI KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH /</subfield>
      <subfield code="c">Aditya Abrar Siregar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Aditya Abrar Siregar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20914</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Anya Risnawati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">351 598 116 4</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">351 598 116 4  ADI o</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Administrasi publik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tingkat aktivasi Identitas Kependudukan Digital &#13;
(IKD) di Kota Subulussalam masih sangat rendah, yakni hanya mencapai 0,7% dari target &#13;
nasional sebesar 30%, meskipun capaian perekaman KTP-el telah mendekati target nasional. Rendahnya angka aktivasi ini mengindikasikan adanya hambatan dalam pelaksanaan digitalisasi administrasi kependudukan. Tujuan: Menganalisis optimalisasi capaian target aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Subulussalam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam analisis adalah teori optimalisasi dari Mardiasmo (2021) yang terdiri dari tiga dimensi: output, outcome, dan impact. Hasil/Temuan: Penelitian menemukan bahwa faktor-faktor &#13;
penghambat rendahnya aktivasi IKD meliputi gangguan server, kekosongan blangko, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, dan keterbatasan akses terhadap perangkat digital. Sebagai respons, Disdukcapil Kota Subulussalam telah menerapkan strategi seperti pelayanan jemput bola, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan pengadaan sarana prasarana pendukung. Kesimpulan: Optimalisasi aktivasi IKD memerlukan dukungan sistem yang andal, keterlibatan aktif pemerintah daerah, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya digitalisasi dokumen kependudukan. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan untuk pengembangan kebijakan pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital. &#13;
Kata kunci: Identitas Kependudukan Digital, Optimalisasi, Administrasi Kependudukan, &#13;
Digitalisasi Pelayanan</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
