<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192472</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260126055237</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000917</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">OPTIMALISASI PENERIMAAN SEKTOR PERIKANAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA AMBON PROVINSI MALUKU /</subfield>
      <subfield code="c">Hanniel Ronaldio Solissa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Hanniel Ronaldio Solissa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">19</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21590</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Simanjuntak, Tumpak Haposan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.025 985 222</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.025 985 222 HAN o</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pendapatan Asli Daerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Masih rendahnya kontribusi sector perikanan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Ambon Provinsi Maluku. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi optimalisasi penerimaan sektor perikanan terhadap PAD di Kota Ambon. Metode: Pendekatan kualitatif deskriptif. Alasan pemilihan metode ini adalah karena penelitian difokuskan pada proses kebijakan dan implementasi yang tidak dapat diukur secara kuantitatif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan informan kunci dari Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Ambon serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), karena mereka memiliki peran langsung dalam pengelolaan dan kebijakan retribusi sektor perikanan. Penelitian dilaksanakan di Kota Ambon selama tiga bulan, dari Januari hingga Maret 2025. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi optimalisasi masih belum terlaksana secara maksimal. Pada dimensi regulasi, Perwali No. 1 Tahun 2024 tentang tarif retribusi belum mengakomodasi nilai transaksi atau volume ikan. Pada dimensi kelembagaan, masih ditemukan tumpang tindih wewenang antara BPPRD dan DKP. Pada dimensi teknis operasional, sistem pencatatan dan pemungutan masih manual, sehingga berpotensi mengurangi akurasi dan akuntabilitas PAD. Pengawasan juga belum sistematis dan tidak berbasis data elektronik. Temuan utama menunjukkan bahwa digitalisasi pemungutan berbasis transaksi merupakan kunci inovasi untuk peningkatan PAD dari sektor perikanan. Kesimpulan: Oleh sebab itu, reformasi kebijakan serta penerapan sistem berbasis teknologi yang menjadi kunci untuk meningkatkan kontribusi sektor perikanan terhadap PAD Kota Ambon secara berkelanjutan.&#13;
Kata kunci: PAD, Optimalisasi penerimaan sektor perikanan, kualitatif deskriptif, Digitalisasi&#13;
sistem retribusi, Reformasi kebijakan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
