<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192513</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260127094352</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000958</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN SUBANG PROVINSI JAWA BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">Hilman Mubarok</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Hilman Mubarok</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23489</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dedy Suhendi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 509 598 242 5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 509 598 242 5  HIL s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pengamanan dari Bencana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat&#13;
kerawanan bencana yang tinggi, termasuk bencana tanah longsor. Kabupaten Subang, Jawa Barat,&#13;
menjadi salah satu daerah yang rawan tanah longsor akibat topografi wilayahnya yang berbukit dan&#13;
terjal, terutama di bagian selatan. Bencana tanah longsor di Kabupaten Subang telah menyebabkan&#13;
berbagai kerugian, baik korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum. Tujuan: Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk menganalisis strategi mitigasi bencana tanah longsor yang diterapkan oleh Badan&#13;
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang. Metode: Metode penelitian yang&#13;
digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui&#13;
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD&#13;
Kabupaten Subang telah menerapkan beberapa strategi mitigasi, seperti edukasi masyarakat tentang&#13;
pengelolaan lahan berkelanjutan, simulasi terjadinya bencana tanah longsor, dan pembangunan&#13;
infrastruktur pengendali longsor. Namun, masih terdapat tantangan berupa rendahnya kesadaran&#13;
masyarakat terhadap langkah-langkah pencegahan bencana dan keterbatasan sumber daya BPBD&#13;
dalam pelaksanaan program mitigasi. Kesimpulan: Strategi mitigasi bencana tanah longsor yang &#13;
diterapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang sudah berjalan&#13;
baik. Namun, memang masih ditemukan beberapa hambatan untuk itu perlunya peningkatan&#13;
sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat serta penguatan koordinasi antara BPBD dan&#13;
pemerintah daerah untuk mengurangi risiko tanah longsor di Kabupaten Subang. Dengan adanya&#13;
strategi mitigasi yang efektif, diharapkan dapat meminimalkan dampak bencana tanah longsor di&#13;
masa depan dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana alam.&#13;
Kata Kunci: Mitigasi Bencana, Tanah Longsor, BPBD</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
