<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192514</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260127094518</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000959</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN ARUS URBANISASI DI KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN /</subfield>
      <subfield code="c">RADEN MUHAMMAD ADITYA WARDANA</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">RADEN MUHAMMAD ADITYA WARDANA</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">16 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21605</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ahmad Ripa’i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">304.659 816 162</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">304.659 816 162 RAD c</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Urbanisasi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Urbanisasi di Kota &#13;
Palembang terus meningkat dengan pesat, yang menyebabkan tantangan sosial, ekonomi, &#13;
dan lingkungan yang signifikan. Pemerintah menghadapi kesulitan dalam mengelola arus &#13;
urbanisasi secara efektif, yang berkontribusi pada masalah seperti berkembangnya &#13;
permukiman kumuh, meningkatnya pengangguran, dan degradasi lingkungan. Collaborative &#13;
Governance yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan menjadi sangat penting untuk &#13;
mengatasi tantangan ini. Namun, ada kekurangan dalam efektivitas upaya kolaboratif ini, &#13;
dengan hambatan yang meliputi masalah koordinasi, keterbatasan sumber daya, dan prioritas &#13;
yang berbeda antar pemangku kepentingan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
menganalisis implementasi Collaborative Governance dalam penanganan arus urbanisasi di &#13;
Kota Palembang. Metode:  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, &#13;
dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Informan &#13;
utama dalam penelitian ini adalah staf dari DISDUKCAPIL, KESBANGPOL, dan &#13;
pemangku kepentingan terkait lainnya. Kerangka teoritis yang digunakan adalah &#13;
Collaborative Governance oleh Ansell &amp; Gash (2008), dengan menilai proses kolaborasi &#13;
berdasarkan empat dimensi: kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, &#13;
dan proses kolaboratif. Hasil/Temuan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun &#13;
Collaborative Governance telah diimplementasikan, efektivitasnya masih tergolong sedang. &#13;
Tantangan utama yang ditemukan meliputi ketidaksempurnaan rekonsiliasi data, rendahnya &#13;
kesadaran publik mengenai pentingnya pengelolaan urbanisasi, dan masalah koordinasi antar &#13;
pemangku kepentingan. Namun, penelitian ini juga menyoroti kontribusi positif dari &#13;
kolaborasi antara DISDUKCAPIL dan KESBANGPOL dalam merumuskan strategi untuk &#13;
menangani isu-isu yang terkait dengan urbanisasi. Kesimpulan: Untuk meningkatkan &#13;
kualitas Collaborative Governance dalam penanganan urbanisasi di Kota Palembang, sangat &#13;
penting untuk meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan, berinvestasi dalam &#13;
infrastruktur, meningkatkan kesadaran publik, serta memperkuat sistem pengendalian &#13;
internal di instansi terkait. Selain itu, penguatan literasi digital dan partisipasi masyarakat &#13;
juga sangat penting untuk mencapai keberhasilan jangka panjang dalam mengelola &#13;
urbanisasi. &#13;
Kata kunci: Collaborative Governance, Kolaborasi Pemangku Kepentingan, Pemerintah &#13;
Kota Palembang, Pelayanan Publik, Urbanisasi.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
