<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192515</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260127094850</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000960</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PERAN ULAMA TERHADAP SIKAP POLITIK MASYARAKAT   DI KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH /</subfield>
      <subfield code="c">Teuku Haris Munandar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Teuku Haris Munandar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">17</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Karolina R.S. Wenggi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">322.159 811 43</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">322.159 811 43 TEU p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Ulama dan politik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Partisipasi politik masyarakat di daerah religius seperti Kabupaten Bireuen merupakan fenomena kompleks yang tidak dapat dilepaskan dari peran sentral para ulama. Identitas keagamaan, ketimpangan sosial, dan dinamika partai berbasis agama membentuk ruang politik yang unik, di mana ulama sering kali berada di persimpangan antara kepentingan moral dan politik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran politik ulama dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Bireuen, menggunakan enam dimensi peran: role expectation, role perception, role behavior, role performance, role conflict, dan role ambiguity. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, bertujuan menggali secara mendalam peran ulama dalam membentuk sikap politik masyarakat di Kabupaten Bireuen. Teori peran dari Biddle (1986) digunakan sebagai kerangka analisis dengan enam dimensi utama: role expectation, role perception, role behavior, role performance, role conflict, dan role ambiguity. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh informan kunci yang dipilih secara purposif, termasuk Ketua MPU, akademisi, tokoh partai, dan masyarakat. Analisis dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama di Bireuen tidak hanya diposisikan sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga aktor politik yang memengaruhi arah dukungan pemilih. Terdapat ekspektasi tinggi dari masyarakat agar ulama tetap menjaga moralitas politik, namun pada praktiknya muncul ambiguitas dan konflik peran akibat tekanan pragmatis dan afiliasi politik tertentu. Kesimpulan: peran ulama dalam politik elektoral di Bireuen bersifat dinamis dan multidimensi. Ketika ekspektasi masyarakat bertemu dengan realitas politik, ulama menghadapi tantangan besar untuk menjaga keseimbangan antara otoritas moral dan efektivitas politik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kode etik peran ulama dalam politik agar tidak terjadi polarisasi sosial dan krisis kepercayaan terhadap institusi keagamaan. Kata Kunci: Peran Ulama, Sikap Politik, Masyarakat Bireuen, Politik Islam</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
