<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192523</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260127100232</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000968</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI PROGRAM SERASI KASIH DALAM UPAYA MENINGKATKAN  PELAYANAN BAGI PARA LANSIA TERLANTAR  DI KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH /</subfield>
      <subfield code="c">Arinda Kumala Sari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Arinda Kumala Sari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Cut Laila Karmila</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.659 826 51</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.659 826 51 ARI i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pelayanan sosial</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kompleksitas permasalahan sosial di Kabupaten Semarang terungkap melalui tiga indikator krusial: menjamurnya populasi lanjut usia yang terpinggirkan, ketimpangan dalam penyaluran bantuan kesejahteraan, serta beban ekonomiyangmenghimpit generasi produktif akibat tingginya rasio ketergantungan. Fenomena ini menjadi landasan utama yang memicu dilakukannya studi mendalam. Sebagai bentuk intervensi,Pemerintah Kabupaten Semarang telah menginisiasi Program Serasi Kasih, sebuah upaya strategis untuk mengatasi persoalan tersebut. Namun, dalam perjalanannya, program ini masih harus berhadapan dengan sejumlah rintangan signifikan, mulai dari kelangkaan sumber daya hingga lemahnya sinergi antar lembaga terkait, yang menghadirkan tantangan tersendiri dalam mewujudkan tujuan mulianya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program Serasi Kasih dalam meningkatkan pelayanan terhadap lansia terlantar di Kabupaten Semarang. Metode: Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai pelaksanaan kebijakan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian tengang Implementasi Program Serasi Kasih bagi Lansia di Kabupaten Semarang dianalisis melalui beberapa dimensi yang menunjukan bahwa, pada dimensi ukuran dan tujuan kebijakan sudah dilakukan sebagaiman ketentuan yang berlaku, pada dimensi sumber daya terlihat beberapa kekurangan pada sumber daya insrastruktur dan di beberapa sumber daya manusia, pada dimensi karakteristik organisasi pelaksana sudah terdaoat susunan pengorganisasian yang jelas beserta pembagian tugasnya, pada dimensi sikap pelaksana sudah menunjukkan profesionalisme yang cukup baik, pada dimensi komunikasi antar organisasi juga sudah berjalan dengan baik terbukti dengan adanya koordinasi terstruktur, pada dimensi lingkungan ekonomi,sosial,politik masih perlu peningkatan kembali. Kesimpulan: Implementasi Program Serasi Kasih di Kabupaten Semarang belum sepenuhnya optimal. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Program Serasi Kasih, Lansia Terlantar, Dinas Sosial, Kabupaten Semarang.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
