<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192531</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260127101916</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000976</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI PROGRAM JEMBRANA KEDAS DI KABUPATEN JEMBRANA PROVINSI BALI /</subfield>
      <subfield code="c">Ngurah Treisna Adi Suputra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ngurah Treisna Adi Suputra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24690</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Andi Masrich</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.728 095 986 2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.728 095 986 2  NGU c</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Manajemen Sampah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Data BPS menunjukkan bahwa Bali merupakan salah satu destinasi&#13;
wisatawan asing terbesar di Indonesia. sehingga sampah menjadi isu yang krusial di Bali karena&#13;
berbanding lurus dengan banyaknya jumlah turis yang berwisata di Bali. Sebagai bagian dari&#13;
provinsi yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, jembrana mengalami peningkatan timbulan&#13;
sampah setiap tahunnya. Permasalahan ini diperkeruh dengan ketersediaan TPA yang hanya&#13;
terdapat 1 lokasi di Kabupaten Jembrana, hal ini tentu akan menimbulkan tumpukan sampah&#13;
yang berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat Bali, khususnya masyarakat Kabupaten&#13;
Jembrana. Berangkat dari permasalahan ini dibutuhkan langkah kolaborasi antara pemerintah&#13;
dan pihak masyarakat serta pihak swasta dalam penyelesaian masalah ini. Tujuan: Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan collaborative governance dalam pengelolaan&#13;
sampah melalui program Jembrana Kedas di Kabupaten Jembrana Provinsi Bali Metode:&#13;
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, pendekatan ini dipilih&#13;
karena model kualitatif memberikan keleluasaan penuh bagi peneliti untuk mengubah arah&#13;
penelitian ditengah kegiatan demi tercapainya tujuan utama penelitian, metode deskriptif dipilih&#13;
untuk memaparkan hasil penelitian secara mendalam dan rinci. Teknik pengumpulan data meliputi&#13;
wawancara, observasi, dan dokumentasi serta triangulasi data. Teori utama yang dipakai untuk&#13;
menganalisis topik ini adalah Teori collaborative governance oleh ansell dan gash tahun 2008.&#13;
Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 10 informan. Analisis data dilaksanakan&#13;
melalui reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan dan verifikasi. Instrument&#13;
penelitian ini adalah penulis sendiri. Hasil/Temuan: Hasil penelitian terkait dengan Collaborative&#13;
Governance Dalam Pengelolaan Sampah Melalui Program Jembrana Kedas Di Kabupaten Jembrana&#13;
Provinsi Bali menunjukkan bahwa pada dimensi kondisi awal menyatakan bahwa konsep kolaborasi&#13;
sudah mulai dikembangkan sejak tahun 2021 berkenaan dengan mulai meningkatnya volume sampah&#13;
di Kabupaten Jembrana, pada dimensi desain kelembagaan sudah terdapat kepastian tugas dan struktur&#13;
kepengurusan, pada dimensi kepemimpinan fasilitatif terlihat bahwa kepala daerah kabupaten Jembrana&#13;
mendukung secara penuh program kolaborasi dan juga memberdayakan Masyarakat setempat, pada&#13;
dimensi proses kolaborasi sudah terlihat adanya kolaborasi antara Masyarakat, pihak swasta dan&#13;
pemerintah meskipun intensitasnya belum optimal. Kesimpulan: Collaborative governance dalam&#13;
pengelolaan sampah melalui Program Jembrana Kedas antara pemerintah, KSM, masyarakat, dan sektor&#13;
swasta telah berjalan cukup baik, ditunjukkan melalui adanya peran dan kerja sama lintas aktor sejak tahap&#13;
awal pelaksanaan program.&#13;
KataKunci:kolaborasi pemerintahan, pengelolaan sampah, Jembrana Kedas.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
