<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192534</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260127102528</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126000979</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT DAYA /</subfield>
      <subfield code="c">Tenau, Agnes Sisilia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Tenau, Agnes Sisilia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23020</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Achmad Nur Sutikno</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 309 598 831 3</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 309 598 831 3   TEN i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pengamanan dari Bencana Banjir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan: Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Kota Sorong dan berdampak&#13;
signifikan terhadap kehidupan masyarakat serta pembangunan daerah. Penanggulangan bencana banjir&#13;
oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong sangat bergantung pada penggunaan&#13;
teknologi untuk pemantauan dan mitigasi. Namun, keterbatasan ketersediaan teknologi dan ketepatan&#13;
penggunaannya menjadi hambatan utama dalam efektivitas penanggulangan. Tujuan: Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penanggulangan banjir oleh BPBD Kota Sorong&#13;
dengan fokus pada aspek teknologi yang digunakan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah&#13;
kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan&#13;
pejabat BPBD dan observasi lapangan terkait penggunaan teknologi seperti drone, Early Warning&#13;
System (EWS), laptop, dan Handy Talky (HT). Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk&#13;
mengidentifikasi kendala dan peluang dalam pemanfaatan teknologi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa BPBD Kota Sorong telah memanfaatkan berbagai teknologi sebagai alat bantu&#13;
dalam mitigasi banjir, namun keterbatasan anggaran mengakibatkan teknologi yang ada tidak terawat&#13;
dengan baik dan ketersediaan alat baru sangat minim. Ketergantungan pada peminjaman teknologi dari&#13;
instansi lain, seperti Dinas PUPR, juga menghambat kelancaran operasional. Selain itu, kurangnya&#13;
pelatihan dan kapasitas sumber daya manusia dalam mengoperasikan teknologi turut memengaruhi&#13;
efektivitas pelaksanaan kebijakan. Kesimpulan: Keberhasilan penanggulangan banjir di Kota Sorong&#13;
sangat dipengaruhi oleh ketepatan penggunaan dan ketersediaan teknologi yang memadai, dukungan&#13;
anggaran, koordinasi antar lembaga, serta peningkatan kapasitas SDM. Diperlukan perbaikan&#13;
manajemen teknologi dan penguatan sinergi antar instansi agar penanganan bencana dapat berjalan lebih&#13;
efektif dan responsif.&#13;
Kata kunci: Implementasi, Banjir, Penanggulangan Bencana</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
