<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192574</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260127120721</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001019</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF  DI PUSKESMAS SAWAH LEBAR KECAMATAN RATU AGUNG  KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU /</subfield>
      <subfield code="c">Rafif Al Ghani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Rafif Al Ghani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Siti Zulaika</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.125 981 7</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.125 981 7 RAF i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kebijakan kesehatan masyarakat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peningkatan kesehatan ibu dan anak merupakan bagian penting dalam pencapaian Sustainable Development Goal (SDGs) goals ke-3, salah satunya melalui indikator pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Di Kota Bengkulu, kebijakan ini telah diatur melalui Peraturan Daerah No. 03 Tahun 2017 dan Peraturan Wali Kota No. 09 Tahun 2019. Meski demikian, cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Sawah Lebar pada tahun 2023 masih tergolong rendah, yakni hanya 17,1%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan pemberian ASI eksklusif berdasarkan teori implementasi kebijakan Goggins et.al (1990) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat pelaksanaannya. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan  metodepengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data merujuk pada model Creswell (2023), melalui tahapan reduksi data, koding, pengelompokan, pencarian pola, dan interpretasi. Teori yang digunakan adalah model implementasi kebijakan dari Goggin et al. (1990), yang mencakup dimensi isi pesan, bentuk pesan, dan persepsi terhadap pimpinan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan ini belum optimal dengan keterangan dari dimensi isi pesan, bentuk pesan, dan persepsi terhadap pimpinan belum ada satupun yang berjalan dengan optimal. Adapun faktor pendukung meliputi komitmen tenaga kesehatan, peran kader Posyandu, dan kesadaran ibu, sedangkan penghambat utamanya adalah kurangnya dukungan keluarga, faktor sosial budaya, serta keterbatasan fasilitas menyusui di tempat kerja. Kesimpulan: Secara umum, implementasi kebijakan belum berjalan secara optimal, ditunjukkan oleh belum efektifnya dimensi isi pesan, bentuk pesan, dan persepsi terhadap pimpinan. Keberhasilan sebagian didukung oleh komitmen tenaga kesehatan, peran aktif kader Posyandu, dan kesadaran ibu. Namun, implementasi masih terkendala oleh kurangnya dukungan keluarga, faktor sosial budaya, serta keterbatasan fasilitas menyusui di tempat kerja. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, ASI Eksklusif, Kesehatan Ibu dan Anak</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
