<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001192576</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260127120852</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0126001021</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">SINKRONISASI DATA BASELINE DAN DATA RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH)  PADA APLIKASI SIBARU DALAM PENANGANAN KAWASAN KUMUH DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA /</subfield>
      <subfield code="c">Aditya Fadhil Hawari Ifat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Aditya Fadhil Hawari Ifat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23473</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ikhbaluddin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jatinangor :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.759 852 41</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.759 852 41 ADI s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Rumah Tidak Layak Huni</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Maluku Tenggara terkendala oleh ketidaksinkronan antara data baseline yang mencakup aspek kawasan secara menyeluruh dengan data RTLH pada aplikasi SIBARU yang hanya fokus pada kondisi fisik rumah individual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas data RTLH pada aplikasi SIBARU dalam mendukung penanganan kawasan kumuh serta mengidentifikasi strategi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan dalam melakukan sinkronisasi data untuk meningkatkan efektivitas penanganan kawasan kumuh. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 6 informan, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teori kualitas data dari Soetam Rizky Wicaksono yang mencakup enam dimensi: Ketepatan (Accuracy), Kelengkapan (Completeness), Konsistensi (Consistency), Keandalan (Reliability), Ketepatan Waktu (Timeliness), dan Keunikan (Uniqueness). Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas data RTLH pada aplikasi SIBARU masih memiliki keterbatasan dalam semua dimensi kualitas data. Permasalahan &#13;
utama meliputi ketidaklengkapan data yang tidak mencakup aspek kawasan, data yang tidak diperbarui sejak tahun 2019-2020, ketiadaan sistem backup yang memadai, dan adanya intervensi politik dalam penentuan penerima bantuan. Kesimpulan: Strategi sinkronisasi yang diterapkan oleh dinas meliputi strategi internal (penetapan standar data konsisten, pengembangan sistem terintegrasi, peningkatan kapasitas SDM) dan strategi eksternal (kolaborasi dengan lembaga pemangku kepentingan, integrasi sistem informasi, pembaruan data terpadu). Pendekatan "pengawinan data" yang menggabungkan data RTLH dengan data baseline menjadi solusi inovatif namun masih terkendala implementasi sistematis. &#13;
Kata kunci: Data Baseline, Data RTLH, Aplikasi SIBARU, Sinkronisasi Data, Kawasan Kumuh, &#13;
Kualitas Data</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
